YAYASAN RAUSYANFIKR (Studi Gerakan Intelektual Keagamaan Di Yogyakarta)

Taufik Ajuba NIM. 02521096, (2009) YAYASAN RAUSYANFIKR (Studi Gerakan Intelektual Keagamaan Di Yogyakarta). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (YAYASAN RAUSYANFIKR (Studi Gerakan Intelektual Keagamaan Di Yogyakarta))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (909kB) | Preview
[img] Text (YAYASAN RAUSYANFIKR (Studi Gerakan Intelektual Keagamaan Di Yogyakarta))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (286kB)

Abstract

ABSTRAK Peranan yang diambil oleh Yayasan RausyanFikr, ialah membangun gerakan intelektual keagamaan di Yogyakarta. Sistematika pengajaran yang menjadi pijakan Yayasan RausyanFikr ada tiga perspektif : pertama, pemikiran. Kedua keyakinan. Ketiga ideologi. Ketiga perspektif inilah yang menjadi alat mengganalisa dinamika perkembangan wacana keilmuan, dan sebagai metode mengkaji filsafat Islam. Aliran filsafat Islam yang menjadi rujukan Yayasan RausyanFikr ialah filsafat hikmah Muta’aliyah. Keterkaitan antara Yayasan RausyanFikr dengan Republik Islam Iran, ialah terkait dengan kesamaan ideologi yakni Syi’ah imamiah. Persoalan penelitian ini, adalah bagaimana gerakan intelektual Yayasan RausyanFikr bisa memainkan peranan yang berarti membangun wacana keilmuan filsafat Islam di Yogyakarta. Artinya, gerakan yang dibangun oleh Yayasan RausyanFikr tidak beroriantasi pada proses pencarian massa. Hal yang terpenting dalam penelitian ini akan menjawab sejauhmana pengaruh dan kenyataan gerakan intelektual keagaman Yayasan RausyanFikr di Yogyakarta. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif, dan mengganalisa sejauhmana metode dakwah yang dikembangkan oleh Yayasan RausyanFikr memiliki keterikatan dengan republik Islam Iran. Sosiologi agama menjadi pilihan penulis untuk mengganalisa peranan gerakan intelektual keagamaan Yayasan RausyanFikr. Di temukan dalam skripsi ini, bahwa gerakan intelektual Yayasan RausyanFikr, memiliki wacana filsafat Islam sebagai identitas. Karya- karya para ulama Syi’ah di Iran menjadi rujukan utama para aktivis Yayasan RausyanFikr. Dengan bermodalkan idealisme, Yayasan RausyanFikr tidak terjebak oleh kepentingan politik praktis, karena Yayasan sendiri memiliki yunit usaha yang mandiri melalui penjualan buku-buku yang bermazhab Syi’ah. Idealisme seperti inilah yang membawa Yayasn RausyanFikr selalu mendapat respon yang positif dikalangan mahasiswa. Untuk memasuki wacana filsafat Islam di YayasanRausyanFikr, harus melalui proses yang sistematis, dari materi dasar sampai pada tahapan pendalaman materi. Para aktivis Yayasan RausyanFikr, tidak berhenti pada proses bergulatan wacana filsafat Islam. Akan tetapi, kaderisasi yang diterapkan Yayasan RausyanFikr dari menjadikan Imam Ali as sebagai figur pejuang, sampai pada proses melakukan jihad terhadab nafs yang merusak kejernihan intelektual. Respon dari mahasiswa terhadab gerakan intelelektual Yayasan RausyanFikr, sesuai dengan pengalaman pribadi mahasiswa. Ada yang merespon Yayasan sekedar mengkaji dari perspektif pemikiran. Ada juga, mengkaji sampai pada ideologi Yayasan itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Prof. Dr Djamannuri
Uncontrolled Keywords: Yayasan RausyanFikr, Gerakan Intelektual Keagamaan
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 14 Aug 2012 13:33
Last Modified: 11 Oct 2016 04:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3188

Actions (login required)

View Item View Item