KONSUMERISME MANUSIA SATU DIMENSI

GHULAM FALACH LC, NIM. 1420510034 (2018) KONSUMERISME MANUSIA SATU DIMENSI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKA.

[img]
Preview
Text (KONSUMERISME MANUSIA SATU DIMENSI)
1420510034_BAB-1-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (KONSUMERISME MANUSIA SATU DIMENSI)
1420510034_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Perkembangan zaman modern sudah meluas hingga memasuki seluruh penjuru kehidupan manusia. Perkembangan zaman ini pasti memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang diberikan dalam perkembangan zaman modern tentulah menjadikan perubahan segalanya semakin maju dan berkembang dari zaman-zaman sebelumnya. Sedangkan dampak negatik dari perkembangan zaman modern tentulah tidak luput dari segala macam kritik. Herbert Marcuse sebagai pemikir kiri baru dalam dunia filsafat telah melancarkan kritiknya pada perkembangan zaman modern. Manusia berdimensi satu, julukan ini telah disematkan Herbe11 Marcuse kepada masyarakat modern lewat kritiknya karena melihat perkembangan masyarakat yang telah berkiblat pada satu dimensi yaitu kapitalisme. Kapitalisme di ·era modern telah bergeser maknanya yang mana di dalamnya penuh pengaruh dalam mendukung perubahan menyeluruh dalam segi kehidupan masyarakat modern. Bagi Marcuse pengaruh yang diberikan kapitalisme bukan merupakan pengaruh yang banyak positifnya, akan tetapi banyak hal negatif di dalamnya. Semisal, dalam kehidupan masyarakat modern terdapat kecenderungan budaya praktis, dalam artian segala bentuk aspek kehidupan manusia telah dimudahkan untuk memenuhi segala kebutuhanya secara instan. Segala kebutuhan telah dimanipulasi sedemikian rupa oleh sistem penguasa (kapitalisme) dan menjadikan semuanya serba rasional. Alhasil lahirlah budaya konsumerisme dalam salah satu tatanan satu dimensi kapitalis tersebut. Budaya konsumerisme adalah sebuah paham yang dijadikan sebagai gaya hidup yang menganggap barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan pemuasan diri sendiri. Budaya konsumerisme ini bisa dikatakan sebagai gaya hidup yang tidak hem at. Hal terpenting dalam memenuhi kebutuhan hidup tentulah mengacu pada kebutuhan yang hakiki dan bukan kebutuhan fana. Bagi Herbert Marcuse banyak dari beberapa bahkan semua lapisan masyarakat pada zaman modern belum bisa memprioritaslGin antara barang yang harus dipenuhi sesuai kebutuhan dengan prioritas barang yang dipenuhi untuk menuruti keinginan nafsu beiaka. Herbert Marcuse secara eksplisit telah mengkritisi kehidupan sosial masyarakat modern yang telah termanipulasi melalui pemikiranya yang telah tertuang dalam karya-karyanya. Akan tetapi dalam tesis ini peneliti mencoba menghadirkan respon untuk pemikiran Marcuse.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Muti'ullah M.Hum,
Uncontrolled Keywords: Masyarakat satu dimensi, kapitalisme, konsumerisme
Subjects: Agama Dan Filsafat
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Agama dan Filsafat
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 10 Dec 2018 08:38
Last Modified: 10 Dec 2018 08:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/31947

Actions (login required)

View Item View Item