SEKS DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Studi Atas Pemikiran Fatima Mernissi)

MOHAMMAD SYAFI'IE 01510820-00, (2009) SEKS DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Studi Atas Pemikiran Fatima Mernissi). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (SEKS DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Studi Atas Pemikiran Fatima Mernissi))
BAB I,IV,DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (914kB) | Preview
[img] Text (SEKS DAN SEKSUALITAS DALAM ISLAM (Studi Atas Pemikiran Fatima Mernissi))
BAB II.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)

Abstract

Seks dan seksualitas merupakan dua hal yang serupa tapi tidak sama. Seks lebih mengarah kepada kegiatan transeksual (coitus) antara laki-laki dan perempuan sedangkan seksualitas lebih kepada sifat seperti cantik, seksi dan bahenol. Nabi Adam AS dan Siti Hawa adalah pioner dari seks dan seksualitas yang mana dalam perjalanannya seks dan seksualitas itu telah menunjukkan perangainya dalam berbagai varian yang berbeda. Hal ini terjadi karena motivasi manusia terhadap seks dan seksualitas berbeda dan cenderung kompleks. Semakin kita kuat menutupi informasi tentang seks dan seksualitas itu di katup yang berbeda akan nampak semakin kuat dorongan untuk mencari tahu rahasia di balik seks dan seksualitas itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk Memahami bagaimana Islam memandang persoalan seks dan seksualitas, dan untuk Mengetahui pandangan Fatima Mernissi tentang seks dan seksualitas dan kontekstualisasinya di Indonesia. penelitian ini adalah penelitian (library research) yang memfokuskan kepada aspek pemikiran, sejarah dari dua tokoh serta tokoh-tokoh lainnya yang mempengaruhinya, dengan pengumpulan datanya menggunakan metode literal, yaitu dengan terlebih dahulu membaca, menelaah buku-buku yang ada kaitanya terhadap obyek kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Seks tidak semestinya ditabukan, karena islam sendiri sangat terbuka dalam membincang seputar seks dan seksualitas. Hal ini seperti yang kita lihat pada banyak literatur-literatur klasik karangan ilmuwan-ilmuwan islam (Ulama’) yang concern terhadap wacana seks dan seksualitas itu sendiri. (2). Secara kodrati, manusia adalah makhluk seks. Seks dan seksualitas inhern dalam diri manusia sehingga dapat dikatakan bahwa manusia adalah representasi dari gejolak seks dan seksualitas itu sendiri. (3). Ketertarikan manusia membincang dan mengaktualisasikan seks selalu saja menemukan muara baru. Semakin banyak dan mendalam kita mengkaji seks maka berarti semakin kita tidak tahu akan rahasia seks itu sendiri. (4). Fatima Mernissi adalah seorang tokoh feminis yang sekses mendobrak keterkungkungan dirinya sebagai representasi atas kaumnya pada saat itu di mana seperti kita ketahui bersama bahwa Maroko pada saat itu mengisolasi perempuan di dalam sebuah gedung bertingkat yang familiar kita dengar dengan sebutan Hareem. Di dalam hareem ini perempuan pada waktu itu bisa menyaksikan dunia luar dari sebuah lubang kecil yang dibuat khusus untuk mereka. Kegigihan dan tingkat inteligensi Fatima Mernissi telah mengantarkannya menjadi salah seorang perempuan yang diperhitungkan dalam khazanah keilmuan islam khususnya perbincangan global tentang feminisme. (5). Internalisasi diri Mernissi terhadap wacana feminisme telah membuat dia disegani di negara Eropa terutama di tempat kelahirannya yakni Maroko. Wacana seksualitas yang diusung Mernissi menjadi barometer sendiri dalam menilai seks dan seksualitas modern dengan berpedoman kepada islam sebagai agama sekaligus wacana.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin, M.Hum
Uncontrolled Keywords: Seks, Seksualitas, Islam, Pemikiran, Fatima Mernissi
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 17 Sep 2012 15:18
Last Modified: 01 Sep 2016 07:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3196

Actions (login required)

View Item View Item