PENAFSIRAN NASARA DALAM KITAB TAFSIR JAMI' AL-BAYAN KARYA IBN JARIR AT-TABARI

KHAFIDHOH NIM. O4531610, (2009) PENAFSIRAN NASARA DALAM KITAB TAFSIR JAMI' AL-BAYAN KARYA IBN JARIR AT-TABARI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENAFSIRAN NASARA DALAM KITAB TAFSIR JAMI' AL-BAYAN KARYA IBN JARIR AT-TABARI)
BAB I,IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PENAFSIRAN NASARA DALAM KITAB TAFSIR JAMI' AL-BAYAN KARYA IBN JARIR AT-TABARI)
BAB II,III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (667kB)

Abstract

Berbicara mengenai kata Nasara banyak pertanyaan yang kemudian muncul seputar kata ini, karena selama ini kata Nasara seolah-olah belum memberikan jawaban akhir mengenai berbagai macam pertanyaan tentangnya. Benarkah anggapan selama ini bahwa Nasara merupakan sebutan bagi para pengikut agama yang dibawa oleh Nabi Isa, kemudian sejak kapan muncul istilah Nasara, apakah sejak di utusnya Nabi Isa atau istilah Nasara ini muncul setelah masa Nabi Isa dan sebelum Nabi Muhammad. Dan banyak pertanyaan lain tentang kata Nasara ini. Untuk memberikan kejelasan dalam masalah ini, al-Qur'an memiliki cara tersendiri dalam memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Penyebutan kata Nasara dalam al-Qur'an seringkali disebutkan bersamaan dengan kata al-yahud. Meskipun penyebutan kedua term ini dalam banyak kesempatan terjadi dalam satu ayat, namun berdasarkan penafsiran dari beberapa penafsir, kedua term ini memiliki penggunaan dalam konteks yang berbeda di dalam al-Qur'an. Kata Nasara dalam al-Qur'an terkadang digunakan dalam konteks positif. Berdasarkan deskripsi permasalahan diatas, menjadi menarik untuk mencermati dan meneliti kata Nasara dalam al-Qur'an secara mendalam dan lebih lanjut. Apakah sebenarnya definisi dari Nasara? Bagaimana ciri-ciri Nasara berdasarkan penafsiran at-Tabari? Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) yang didasarkan pada tafsir Jami' Al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an karya Ibn Jarir at-Tabari sebagai sumber data primer, dan buku-buku lain yang mendukung dan terkait dengan pembahasan sebagai sumber data sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik, yaitu dengan melakukan pemaparan terhadap Nasara baik yang berasal dari kitab tafsir maupun dari literature yang membahas tentang Nasara, untuk kemudian dianalisis menurut kemampuan penulis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa menurut Ibn Jarir at-Tabari, Nasara merupakan nama segolongan orang ans r yang berasal dari suatu desa yang bernama Nasirah, yang mana menurut suatu riwayat, Nabi Isa dilahirkan di desa tersebut. Dalam penafsirannya, at-Tabari tidak memberikan keterangan apakah Nasara merupakan pengikut Nabi Isa, namun dalam salah satu ayat yang beliau tafsirkan, terdapat keterangan bahwa orang Nasara memiliki kitab Injil. Kemudian untuk mengetahui lebih jelas mengenai golongan Nasara tersebut, dalam penafsiran at-Tabari terdapat beberapa ciri-ciri yang mengindikasikan pada Nasara. Ciri-ciri tersebut adalah. a) Bersama dengan kaum Yahudi, mereka mengklaim bahwa hanya mereka yang berhak masuk surga (Al-Baqarah (2): 111). b) Kaum Nasara dan kaum Yahudi saling mengejek dan mencela bahwa mereka tidak mempunyai pegangan apa-apa. (Al-Baqarah (2): 113). c). Bersama dengan kaum Yahudi, mereka tidak akan pernah rela atas agama Nabi Muhammad saw. (Al-Baqarah (2): 120). d) Bersama dengan kaum Yahudi, mereka mengajak manusia menjadi Yahudi dan Nasara supaya memperoleh petunjuk (Al-Baqarah (2): 135). e) Mereka menganggap bahwa Nabi Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak turunnya itu termasuk kaum Yahudi dan kaum Nasara (al-Baqarah(2): 140). f) Nabi Ibrahim itu bukan orang Yahudi, bukan pula orang Nasara tetapi dia adalah orang yang hanif (lurus) dan orang Islam. (Ali Imran (3): 67). g)Sebagian orang yang menyebut diri mereka Nasara melupakan peringatan dari Allah, sehingga Allah menimbulkan permusuhan dan saling membenci diantara mereka (al-Ma'idah (5): 14). h) Bersama dengan kaum Yahudi, mereka mengaku sebagai anak-anak Allah dan kekasihnya (al-Ma'idah (5): 18 ). i) Bersama dengan kaum Yahudi, mereka tidak boleh dijadikan wali bagi orang-orang beriman (al-Ma'idah (5): 51). j) Nasara dianggap sebagai golongan yang paling dekat persahabatannya dengan orang Islam (al-Ma'idah (5): 82).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dra. H. M. Yusron, MA.
Uncontrolled Keywords: Penafsiran, Nasara, Kitab Tafsir Jami' Al-Bayan, Ibn Jarir At-Tabari
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 12 Sep 2012 21:49
Last Modified: 29 May 2015 09:01
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3197

Actions (login required)

View Item View Item