ISLAM DAN TRANSFORMASI BUDAYA (TINJAUAN DISKRIPTIF HISTORIS)

M. MASYHUR AMIN, (2008) ISLAM DAN TRANSFORMASI BUDAYA (TINJAUAN DISKRIPTIF HISTORIS). /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 42 Th. 1990/.

[img]
Preview
Text
02. M. MASYHUR AMIN - ISLAM DAN TRANSFORMASI BUDAYA (TINJAUAN DISKRIPTIF HISTORIS).pdf - Accepted Version

Download (8MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bDibalik kemajuan materil dan ilmu pengetahuan maka resiko yang harus dibayar oleh pembangunan yang bertumpu pada pradigma Kapitalisme dan Komunisme adalah kegelisahan spiritual yang memuncak menjadi pemberontakan terhadap komunisme seperti yang terjadi di negara-negara Eropa Timur dewasa ini serta nistapa manusia modern yang mencari kepuasan batini yang semu melalui obat bius, minuman keras, kebebasan seks, perjudian dan sebangsanya. Ketika manusia dilanda nestapa dan keresahan itu, maka menarik untuk dikemukakan kembali anekdot seorang filosof Yunani, Diogene le Cynique ketika menyalakan obor di siang hari. seraya berkeliling di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Ketika ditanyakan oleh orang, maka sang filosuf itu menjawab dengan tangkasnya; Ufattisu an insanin (aku sedang mencari manusia). Untuk menjawab pertanyaan sang filosuf itu, para pemikir banyak yang menoleh pada agama sebagai alternatifnya. Filusuf Prancis, Adre Malraux memprediksikan abad XXI nanti sebagai abad agama, the age of religion. kalau demikian halnya, maka setiap agama, khususnya dalam konteks pembahasan ini Islam, harus mampu memperbaharui penampilannya sebagai sumber Ilham di dalam konteks proses masyarakat yang hendak menjadi modern. agama harus berani menyuarakan hati nurani umatnya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kapitalisme, Komunisme, transformasi budaya, Adre Malraux, the age of religion
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 12 Apr 2013 10:39
Last Modified: 12 Apr 2013 10:40
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/321

Actions (login required)

View Item View Item