PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF JAMA’AH TABLIGH DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR

ALIFAH DEFA KHALIFAR, NIM. 14350057 (2018) PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF JAMA’AH TABLIGH DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF JAMA’AH TABLIGH DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR)
14350057_BAB-I_IV_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (PENCATATAN PERKAWINAN DALAM PERSPEKTIF JAMA’AH TABLIGH DESA TEMBORO KECAMATAN KARAS KABUPATEN MAGETAN PROVINSI JAWA TIMUR)
14350057_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Desa Temboro di Kecamatan Karas Kabupaten Magetan merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya adalah anggota Jama’ah Tabligh. Jama’ah Tabligh di Desa Temboro ini termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia dan pusat utamanya ada di Kebon Jeruk Jakarta. Faktor yang melatar belakangi pesatnya keberadaan ajaran Jama’ah Tabligh yaitu dikarnakan ada peranan pesantren sebagai alat pendukungnya. Kehadiran Jamaah Tabligh sebagai suatu gerakan dakwah tidak lepas dari polemik para ulama. Sebagaimana umumnya, pendapat para ulama ada yang simpatik dan ada yang antipati. Umumnya polemik tentang ajaran ini seringkali dianggap menyimpang dari kebiasaan pemikiran Islam yang dianggap mapan sehingga ajaranya diangap mengembangkan aliran sesat yang menyempal. Pemahaman masyarakat Desa Temboro masalah pencatatan perkawinan masih dapat dikatakan minim. Beberapa masyarakatnya menganggap percatatan perkawinan itu bukan merupakan penentu sah atau tidaknya suatu perkawinan. Menurut mereka asalkan sudah adanya ijab Kabul dan seluruh syarat serta rukun terpenuhi maka sudah dianggap sah dalam segi hukum Islam. Sedangkan di Indonesia menerapkan hukum positif yang mewajibkan seluruh masyarakatnya untuk melakukan pencatatan perkawinan. Jenis penelitian ini adalah metode penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari sasaran atau suatu objek penelitian yang selanjutnya disebut informan atau responden melalui instrumen pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan sebagainya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Pendekatan normatif yaitu pendekatan yang berdasarkan pada al-Qur’an, al-Hadis, Kaidah-kaidah usul fiqih serta pendapat-pendapat ulama. Yuridis yaitu pendekatan yang berguna untuk mengetahui masalah yang diteliti yang berdasarkan pada perUndang-undangan yang berlaku di Indonesia (hukum positif). Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman anggota Jama’ah Tabligh tentang pencatan perkawinan adalah wajib. Secara tidak langsung mereka sudah sadar akan hukum yang berlaku dan mengakui bahwa pencatatan perkawinan itu penting. Realisasi pencatatan perkawinan Jama’ah Tablig di Desa Temboro sudah berjalan sebagaimana mestinya yaitu mendaftarkan pernikahan di KUA dengan melengkapi syarat dan ketentuannya. Adapun yang memilih diijabkan oleh Pak Kyai dan melaksanakan di pondok maka pihak pondok mewajibkan untuk mendatangkan petugas dari KUA ketika akad ijab kabul berlangsung. Pihak desa juga sudah meminimalisir adanya pernikahan sirri dengan cara mewajibkan bagi temanten baru untuk melapor ke kantor desa dengan menyertakan surat bukti telah menikah. Kata kunci : Pencatatan perkawinan, Jama’ah Tabligh, Temboro

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: YASIN BAIDI, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Pencatatan perkawinan, Jama’ah Tabligh, Temboro
Subjects: Hukum Islam > Fiqih > Pernikahan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 26 Dec 2018 06:55
Last Modified: 26 Dec 2018 06:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32116

Actions (login required)

View Item View Item