KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN WARIA SENIN-KAMIS NOTOYUDAN YOGYAKARTA

AMIN AKHSANI NIM. 05410192-04, (2009) KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN WARIA SENIN-KAMIS NOTOYUDAN YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN WARIA SENIN-KAMIS NOTOYUDAN YOGYAKARTA )
BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KONSEP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN WARIA SENIN-KAMIS NOTOYUDAN YOGYAKARTA )
BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (705kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)

Abstract

Bagi seorang waria, beribadah menjadi suatu realitas yang dikotomis. Di satu sisi waria seringkali dihadapkan dengan praktik seks bebas (pelacuran), namun di sisi lain waria juga mempunyai suatu kesadaran untuk hidup secara religius. Karena pada hakikatnya waria adalah manusia, yang memiliki hak untuk mendekatkan diri kepada Sang Penciptanya dan melakukan interpretasi agama serta memaknai agama. Dua sisi kehidupan waria, antara kehidupan jalanan (pelacur, pengamen) dan kehidupan religius inilah yang menjadi menarik perhatian penulis untuk melihat secara kritis dan lebih mendalam tentang Konsep PAI di Pondok Pesantren Waria Senin-Kamis di Notoyudan Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan sosiologi pendidikan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian metode analisis data yang digunakan adalah metode diskriptif-analisis dengan disertai teknik trianggulasi data untuk memeriksa keabsahan dan validitas data. Selanjutnya dari data yang telah dianggap absah dan valid tersebut, penulis melakukan analisis dan menarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa konsep dasar filosofis PAI di pondok pesantren waria Senin-Kamis Notoyudan Yogyakarta adalah didasarkan pada konsep manusia sebagai hamba Allah yang memiliki kewajiban untuk senantiasa untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah. Sedangkan konsep dasar sosiologisnya adalah berangkat dari kebutuhan waria untuk mendapatkan pengakuan eksistensi dirinya sebagai bagian dari masyarakat pada umumnya, tanpa adanya sikap diskriminasi dan marjinalisasi. Konsep PAI di pondok pesantren waria Senin-Kamis Notoyudan Yogyakarta lebih diarahkan pada proses penguatan atau pemberdayaan mental waria agar mampu membudayakan diri mereka dengan nilai-nilai ibadah dan sekaligus menjembatani antara waria dan masyarakat agar dapat hidup berdampingan secara harmonis dan dinamis serta dialogis dalam konteks sosio-religius. Sehingga waria mampu mengaktualisasikan dirinya sebagai manusia seutuhnya (manusia integratif), baik sebagai hamba, khalifah, maupun makhluk sosial, tanpa sedikit pun mengurangi hak-hak waria sebagai manusia itu sendiri untuk memperoleh kedamaian, ketentraman, kesejahteraan dan keadilan sosial. Dalam pelaksanaanya, pondok pesantren waria Senin-Kamis Yogyakarta menerapkan suatu model pembelajaran PAI yang berbasis pada pemberdayaan mental dengan menggunakan pendekatan ibadah (agama). Kegiatan di pondok pesantren meliputi pembelajaran baca tulis al Qur'an, pelatihan shalat, puasa, dzikir asmaul husna, dan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan pengajian dan ziarah makam wali/ulama. Lesson line dari konsep PAI di pondok pesantren waria Senin-Kamis Yogyakarta terhadap PAI di masa depan, yaitu pentingnya membangun mentalitas peserta didik dan pendidik yang siap menghadapi kompleksitas persoalan yang melanda umat manusia, dengan sikap yang senantiasa berpikiran positif, rasa kasih sayang, cinta damai, menghargai perbedaan, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggung jawab dan adil, yang merupakan wujud dari implementasi nilai-nilai dasar ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Hj. Marhumah, M.Pd
Uncontrolled Keywords: Konsep Pendidikan Agama Islam, Pondok Pesantren Waria Senin Kamis, Notoyudan
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Sep 2012 14:28
Last Modified: 10 Sep 2012 14:29
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3213

Actions (login required)

View Item View Item