HUKUM KEHALALAN DAGING IMPOR MENURUT YUSUF AL-QARADHAWI DAN SHALIH BIN FAUZAN

HUMAIRA A. POTABUGA, NIM. 14360007 (2018) HUKUM KEHALALAN DAGING IMPOR MENURUT YUSUF AL-QARADHAWI DAN SHALIH BIN FAUZAN. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HUKUM KEHALALAN DAGING IMPOR MENURUT YUSUF AL-QARADHAWI DAN SHALIH BIN FAUZAN)
14360007_BAB-I-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HUKUM KEHALALAN DAGING IMPOR MENURUT YUSUF AL-QARADHAWI DAN SHALIH BIN FAUZAN)
14360007_BAB-II_III-IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (4MB)

Abstract

Peredaran makanan impor khususnya daging dan turunannya di pasaran dunia menimbulkan keraguan akan kehalalan makanan tersebut. Disamping itu ternyata ulama berbeda pendapat mengenai kehalalan daging yang diimpor dari negara non-muslim. Diantara ulama yang berbeda pendapat adalah Yusuf al-Qaradhawi dan Shalih bin Fauzan. Yusuf al-Qaradhawi menyatakan bahwa daging yang berasal dari negara non-muslim yang ahli kitab adalah halal selama itu dianggap makanan oleh ahli kitab. Sedikit berbeda dengan Yusuf al-Qaradhawi, Shalih bin Fauzan berpendapat daging yang berasal dari negara non-muslim meskipun ahli kitab hukumnya adalah halal selama telah jelas bahwa penyembelihan yang dilakukan telah sesuai dengan syara‟. Beranjak dari perbedaan inilah penyusun tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang pendapat keduanya mengenai daging impor, sehingga diketahui secara detail dan menyeluruh pendapat serta latar belakang yang menyebabkan perbedaan antara Yusuf al-Qardhawi dan Shalih bin Fauzan tentang daging impor. Jenis penelitian ini adalah library research yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah, mengkaji, dan membahas literatur-literatur klasik dan modern terutama karya dari Yusuf al-Qaradhawi dan Shalih bin Fauzan yang merupakan objek penelitian ini. Penelitian ini bersifat deskirptif analitik dan komparatif, yaitu memaparkan, menjelaskan dan menganalisis serta membandingkan pemikiran kedua tokoh tersebut terkait permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan mendasar dari Yusuf al-Qaradhawi dan Shalih bin Fauzan dalam menetapkan hukum daging impor adalah perbedaan pemahaman mereka mengenai surah al-Maidah ayat 3 dan 5. Yusuf al-Qaradhawi mengatakan bahwa daging impor dari negara non-muslim yang ahli kitab adalah halal berdasarkan pemahamannya terhadap suarah al-Maidah ayat 5. Beliau berpendapat bahwa ayat ini bersifat umum sehingga menarik kesimpulan bahwa asal makanan ahli kitab adalah halal hingga ada dalil yang mengharamkannya. Berbeda halnya dengan Shalih bin Fauzan yang berpendapat bahwa al-Maidah ayat 5 tidak bisa diambil keumumannya karena telah dikhususkan oleh al-Maidah ayat 3. Sebagai kesimpulannya beliau berpendapat bahwa hukum asal mengonsumsi daging adalah haram hingga diketahui penyembelihannya telah dilakukan sesuai dengan syara’.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Prof. Dr. H. Susiknan Azhari, M.Ag
Uncontrolled Keywords: daging impor, penyembelihan, dan syara‟.
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 03 Jan 2019 06:36
Last Modified: 03 Jan 2019 08:56
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32190

Actions (login required)

View Item View Item