KONSEPSI ETIKA GHAZALI DAN IMMANUEL KANT

M. AMIN ABDULLAH, (2008) KONSEPSI ETIKA GHAZALI DAN IMMANUEL KANT. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 45 Th. 1991/.

[img]
Preview
Text
NO.1 AMIN ABDULLAH KONSEPSI ETIKA GHAZALI DAN IMMANUEL KANT.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Meskipun para filsuf Muslim aliran iluminis (asyraqy) sekarang ini mulai meragukan kebenaran tesa yang menyatakan bahwa perkembangan kajian filsafat dalam dunia Muslim telah mengalami kemandegan sejak meninggalnya Ibn Rusdh (1126-1198), namun bagi kita di Indonesia dan dunia Muslim pada umumnya masih bertanya-tanya apa sebenarnya wujud perkembangan pemkiran konseptual-filosof- selain yang bercorak iluminis- yang telah dikembangkan oleh filsuf Muslim dalam bahasa Persia atau Urdu selama 7 abad sepeninggal Ibn Rusdh. Munculnya pertanyaan tersebut wajar-wajar saja, karena memang masih sedikit sekali informasi yang sampai ketangan kita tentang wujud perkembangan yang dimaksud, nama-nama filsuf-filsuf seperti Nasir al-Din Tusi (1201-1274), Jalal al-Din Dawwani (1427-1502), al-Suhrawardi (1153-1191), Mulla Sudra (1571-1640) nyaris belum terdengar buah karya dan pikirannya di kalangan kita. Bagi kita di dunia timur, Indonesia Khususnya, cuma pemikiran Ghazali lah yang sangat mewarnai cara pandang kita. Begitu dominannya cara pikir model Ghazali, sehingga seluruh aliran teologis ortodok, baik yang konservatif maupun yang modern dirasakan atau tidak selalu berkiblat kepada Ghazali Baik aliran-aliran pemikir skriptualis/tekstualis, mistik, bahkan yang agak berbau rasional sekalipun cenderung memiliki warna cara berpikir yang tipikal Ghazali. Untuk memperoleh kejelasan dan kejernihan format pola berpikir Ghazali yang sementara pihak dituduh sebagai salah satu penyebab kemandegan laju gerakan dinamika gerakan intelektual dalam muslim. Tulisan ini mencoba menghadapkan KONSEPSI pemikiran Ghazali di muka cermin pemikiran Immanuel Kant.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Ghazali, Ibn Rusdh, Immanuel Kant, asyraqy
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 12 Apr 2013 14:32
Last Modified: 12 Apr 2013 14:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/323

Actions (login required)

View Item View Item