Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyâri Kiai Sholeh Darat, Kajian Atas Surat Al-Fatihah dalam Kitab Faidl Al-Rahmân

Mustaqim, Abdul (2018) Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyâri Kiai Sholeh Darat, Kajian Atas Surat Al-Fatihah dalam Kitab Faidl Al-Rahmân. Buku, - (-). Idea Press, Yogyakarta. ISBN 978-602-6335-98-2

[img]
Preview
Image
SAMPUL - Tafsir Jawa November 2018.jpg - Cover Image

Download (206kB) | Preview
[img] Archive (Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyâri Kiai Sholeh Darat, Kajian Atas Surat Al-Fatihah dalam Kitab Faidl Al-Rahmân)
ABDUL MUSTAQIM - Tafsir Jawa November 2018.pdf - Other
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (21MB)

Abstract

Buku ini adalah hasil tahqîq dan dirâsah atas kitab Tafsir Faidl al-Rahmân karya KH Sholeh Darat. Setelah direvisi dan dikembangkan, serta dilengkapi dengan beberapa data penting, buku ini penulis beri judul “Tafsir Jawa: Eksposisi Nalar Shufi-Isyâri Kiai Sholeh Darat, Kajian Atas Surat al-Fatihah dalam Kitab Faidl al-Rahmân”. Mengapa disebut dengan istilah Tafsir Jawa? Sebab, kitab Tafsir Faidl al-Rahmân tersebut lahir dalam ruang sosial dan konteks masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah Pesisir Utara. Di samping itu, kitab itu ditulis dengan bahasa Jawa dan menggunakan huruf Arab-Pegon, yang merupakan salah satu bentuk akulturasi Islam-Jawa. Buku riset sederhana ini setidaknya memberikan kontribusi akademik dalam konteks kajian Tafsir Nusantara, yaitu bahwa eksistensi nalar shufi-isyâri sebagai salah satu pola resepsi hermeneutis telah dilakukan KH Sholeh Darat dalam Tafsir Faid al-Rahmân. Dengan corak tafsir Shûfi- Isyâri, beliau menawarkan model resepsi hermeneutis yang mengkombinasikan antara penggalian makna zhâhir dan makna isyâri secara sinergis dan harmonis. Ini merupakan sebuah eksperimentasi akademik yang cerdas dan kreatif, sebab beliau mampu meretas kebuntuan konflik epistemologi antara nalar bayâni yang diwakil kaum fuqaha’ yang cenderung skriptualis-formalis dan nalar `irfâni yang diwakili kaum sufi-bâthîniyûn yang cenderung mengabaikan dimensi makna zhahir dan anti syari’at. Kitab Tafsir Faid al-Rahmân memiliki keunikan tersendiri, sebab ditulis dengan huruf Arab-Pegon sebagai bentuk ‘apropriasi kultural’ Arab dan Jawa. Disamping itu, tulisan Arab-Pegon juga merupakan simbol sikap anti kolonialisme Belanda. Mengapa? Sebab, ketika itu pihak koloni Belanda menyuruh masyarakat untuk menggunakan tulisan latin dalam surat menyurat dan birokrasi. Di sini, Kiai Sholeh Darat telah melakukan strategi perlawanan kebudayaan (cultural resistance) untuk meneguhkan identitas kultural masyarakat Jawa. Di sisi lain, tulisan Arab-Pegon di samping sebagai alat untuk proses transmisi dan transformasi pengetahuan di kalangan masyarakat Jawa, juga dimaksudkan untuk presevasi budaya, sehingga budaya, bahasa dan tradisi Arab-Pegon yang sudah ada sebelum abad 19 tetap terjaga, bahkan hingga sekarang.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Tafsir Jawa, Eksposisi, Nalar Shufi-Isyâri, Kiai Sholeh Darat, Surat Al-Fatihah, Kitab Faidl Al-Rahmân
Subjects: Tafsir Al-Qur'an > Tafsir Al Qur'an - Metode
Divisions: Buku
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 09 Jan 2019 03:43
Last Modified: 09 Jan 2019 03:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32326

Actions (login required)

View Item View Item