Tarjamat al tarkib al wasfiy ila al lughah al indonesiyyah fi al qissah al qasirah al Sa'id Hasan li Kamal Kaylani (dirasah tahliliyyah nahwiyyah)

Indah Rama Jayanti, 14110083 (2018) Tarjamat al tarkib al wasfiy ila al lughah al indonesiyyah fi al qissah al qasirah al Sa'id Hasan li Kamal Kaylani (dirasah tahliliyyah nahwiyyah). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (Tarjamat al tarkib al wasfiy ila al lughah al indonesiyyah fi al qissah al qasirah al Sa'id Hasan li Kamal Kaylani (dirasah tahliliyyah nahwiyyah))
14110083_BAB-I_IV_DAFTAR-PUSTAKA.pdfFIX.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (Tarjamat al tarkib al wasfiy ila al lughah al indonesiyyah fi al qissah al qasirah al Sa'id Hasan li Kamal Kaylani (dirasah tahliliyyah nahwiyyah))
14110083_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Cerpen as-Sa’id Hasan merupakan salah satu karya sastra dari Kamil Kaelani seorang sastrawan Arab, cerpen tersebut menceritakan tentang seorang penebang kayu yang miskin berhati baik dan bijaksana terhadap semua makhluk, sehingga ia memiliki julukan as-Sa’id Hasan. Dalam memahaminya diperlukan kemampuan berbahasa Arab. Salah satu cabang ilmu bahasa Arab adalah ilmu nahwu, yaitu ilmu yang mempelajari tentang struktur kata dan kalimat dalam setiap teks. Tarkib Washfi merupakan salah satu kajian ilmu nahwu. Dalam penerjemahan tarkib washfi ke dalam bahasa Indonesia tidak serta merta diterjemahkan secara harfiah sesuai dengan bahasa sumber, karena akan terasa janggal. Maka dari itu peneliti mengkaji kajian ini untuk mendaptkan penerjemahan yang lebih luwes dalam bahasa sasaran. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah struktur na’at dan man’ut, berapa banyak jumlah srtuktur na’at-man’ut dan penerjemahan Tarkib Washfi kedalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam skripsi adalah deskriptifanalitik, sedangkan dalam penerjemahannya menggunakan metode komunikatif dengan bantuan kajian nahwu. Metode penerjemahan komunikatif ini mengubah bahasa sumber menjadi struktur yang tidak hanya berperan dalam bahasa sasaran saja, tetapi juga harus luwes. Adapun hasil penelitian: dalam cerpen “as-Sa’id Hasan” terdapat 94 struktur yang berbeda. 94 diantaranya berupa na’at haqiqi, untuk penerjemahan na’at haqiqi yang wajib menggunakan lafadz “yang” yaitu menambahkan kata “yang” antara dua kata, na’at haqiqi yang tidak menggunakan kata “yang” yaitu membuang kata “yang” karena jika dipaksakan dalam penerjemahannya akan terasa janggal dan diterjemahkan seperti halnya idhafah, na’at haqiqi yang tidak wajib menggunakan kata “yang” yaitu jika diterjemahkan masih tetap luwes ketika ditambah “yang” maupun tidak, na’at haqiqi yang menggunaknan lafadz “dan” dan “lagi” yaitu terdapat na’at yang lebih dari satu, dan na’at haqiqi yang menggunakan lafadz “seperti” karena terdapat sifat tasybih dalam kalimat. Kemudian, satu berupa na’at jumlah, untuk penerjemahannya menambahkan lafadz “yang” setelah isim nakiroh. Sedangkan untuk na’at sababi tidak ditemukan dalam cerpen tersebut. Kata kunci: Tarkib Washfi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Mohammad Habib, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Tarkib Washfi
Subjects: Kesusastraan Arab
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Bahasa dan Sastra Arab (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 27 Feb 2019 00:59
Last Modified: 27 Feb 2019 00:59
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32404

Actions (login required)

View Item View Item