PERAN KH. NOER MUHAMMAD ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH PUSAT KEDOYA, KEBON JERUK, JAKARTA TAHUN 1985-2016 M

Faisal Akbar, NIM.: 13120034 (2018) PERAN KH. NOER MUHAMMAD ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH PUSAT KEDOYA, KEBON JERUK, JAKARTA TAHUN 1985-2016 M. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (PERAN KH. NOER MUHAMMAD ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH PUSAT KEDOYA, KEBON JERUK, JAKARTA TAHUN 1985-2016 M)
13120034_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PERAN KH. NOER MUHAMMAD ISKANDAR SQ DALAM MENGEMBANGKAN PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH PUSAT KEDOYA, KEBON JERUK, JAKARTA TAHUN 1985-2016 M)
13120034_BAB-II_sampai_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam sekaligus lembaga sosial kemasyarakatan. Pada awal mulanya, pondok pesantren banyak tumbuh dan berkembang di daerah pedesaan atau pelosok. Namun, pada perkembangannya sekitar abad ke-20-an, pondok pesantren mulai menunjukkan eksistensinya di tengah perkotaan. Arus modernisasi yang cukup kuat di perkotaan menuntut pondok pesantren untuk menyesuaikannya. Penyesuaian ini berdampak pada berbagai bidang, contohnya transformasi institusi. Banyak pondok pesantren yang sudah mendirikan madrasah serta memasukkan sekolah umum agar pondok pesantren dapat bersaing serta bertahan dengan lembaga pendidikan lain. Peran Kiai di sini sangatlah vital, karena semua kebijakan yang ada di pondok pesantren itu harus melalui persetujuan kiai dan kiai dituntut untuk selalu mengembangkan pikirannya agar dapat memepertahankan lembaga pendidikan Islam yang dibawahinya. Salah satu contohnya Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang didirikan pada tanggal 5 Juli 1985 di Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta oleh KH.Noer Muhammad Iskandar SQ. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi. Peneliti menggunakan teori transformasi institusi Mujamil Qomar. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, jadi peneliti menggunakan metode sejarah untuk menyusun skripsi yang akan disusun. Metode serajah memiliki empat tahapan, pertama heuristik (pengumpulan data), kedua virifikasi (kritik data), ketiga interpretasi (penafsiran data), dan terakhir historiografi (penulisan) Hasil dari penelitian ini untuk mengenal lebih dekat sosok KH. Noer Muhammad Iskandar SQ serta peranannya dalam mengembangkan Pon-Pes Asshiddiqiyah Jakarta. Dia berhasil melakukan transformasi institusi dalam lembaga pendidikan Islamnya. Pada masa perintisan, dia menjadikan musholla sebagai pusat kegiatannya, selanjutnya dia berhasil membangun sebuah pondok,lembaga pendidikan formal seperti SMP, MA Manba’ul Ulum, Ma’had Aly Sa’idussiddiqiyah, Madrasah Diniyah Takmiliyah serta mendirikan pondok pesantren khusus anak yatim yaitu Ma’had Aitam a’idussiddiqiyah dan Koperasi Pondok Pesantren (KOPOTREN). Selanjutnya dia membangun sebuah manajemen pondok di dalam pesantren agar segala kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta terukur dan terarah sehingga berkembang menjadi baik. Terakhir tantangan yang dihadapi kiai Noer dalam mengembangkan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, seperti membangun citra pesantren dan mempertahankan kemurnian ajaran Islam sehingga Pondok Pesantren Asshiddiqiyah dapat berkembang seperti sekarang ini.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Musa, M.si
Uncontrolled Keywords: Peran, Lembaga dan Manajemen Pondok, Tantangan Sosial, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 18 Jan 2019 08:10
Last Modified: 18 Jan 2019 08:10
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32547

Actions (login required)

View Item View Item