UNSUR DAN MAKNA ESTETIKA ISLAM DALAM TRADISI PALANG PINTU BETAWI (STUDI KASUS SANGGAR LENONG DEMPLON YOGYAKARTA)

MUHAIMIN, NIM. 11510035 (2018) UNSUR DAN MAKNA ESTETIKA ISLAM DALAM TRADISI PALANG PINTU BETAWI (STUDI KASUS SANGGAR LENONG DEMPLON YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img] Text (UNSUR DAN MAKNA ESTETIKA ISLAM DALAM TRADISI PALANG PINTU BETAWI (STUDI KASUS SANGGAR LENONG DEMPLON YOGYAKARTA))
11510035_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (33MB)
[img]
Preview
Text (UNSUR DAN MAKNA ESTETIKA ISLAM DALAM TRADISI PALANG PINTU BETAWI (STUDI KASUS SANGGAR LENONG DEMPLON YOGYAKARTA))
11510035 BAB II_SAMPAI-IV.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Dalam konsepsi Islam, segala ciptaan budaya yang memiliki nilai-nilai keindahan harus dihubungkan dengan kekayaan dan kebesaran Allah S.W.T.. Estetika sebagai pengetahuan tentang keindahan alam dan seni, telah menjadi bagian manusia yang mendunia. Estetika pun telah menjadi kesadaran yang menyertai pertanyaan-pertanyaan tentang terciptanya kosmos dan perenungan mengenai yang Maha Kuasa. Dalam tradisi Betawi, istilah Palang Pintu adalah untuk membuka orang lain yang akan memasuki daerah tertentu dimana suatu daerah mempunyai jawara (penghalang/palang). Tradisi ini lazimnya digelar pada acara perkawinan atau besanan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut pandang atau perspektif partisipan. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian lapangan (field research), karena data yang diperoleh berasal dari hasil wawancara dan pengamatan langsung. Pendekatan ini digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses subjek / informan sebagai mahasiswa Betawi yang memahami tradisi palang pintu Betawi. Dalam tradisi Palang Pintu, masing-masing dari pihak pengantin mewakilkan para jawara untuk saling berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Orang Betawi dulu menyebutnya dengan istilah centeng, yaitu tukang pukul atau orang yang pandai berkelahi (silat) sehingga disegani oleh banyak orang karena kewibawaannya. Masing-masing pengantin mewakilkan jawaranya dalam berkomunikasi dan saling berinteraksi antara satu sama lainnya, guna memenuhi tujuan dari syarat pernikahan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Muhammad Fatkhan,S.Ag, M,
Uncontrolled Keywords: Estetika Islam, Palang Pintu Betawi, Sanggar Lenong Demplon
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 21 Jan 2019 03:08
Last Modified: 21 Jan 2019 03:08
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/32565

Actions (login required)

View Item View Item