PERAN ULAMA DALAM PENANGGULANGAN KASUS BUNUH DIRI (PULUNG GANTUNG) DI DESA NGORO-ORO KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL

AHMAD WIDODO 03541445, (2010) PERAN ULAMA DALAM PENANGGULANGAN KASUS BUNUH DIRI (PULUNG GANTUNG) DI DESA NGORO-ORO KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PERAN ULAMA DALAM PENANGGULANGAN KASUS BUNUH DIRI (PULUNG GANTUNG) DI DESA NGORO-ORO KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL)
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PERAN ULAMA DALAM PENANGGULANGAN KASUS BUNUH DIRI (PULUNG GANTUNG) DI DESA NGORO-ORO KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (86kB)

Abstract

Pada musim kemarau wilayah Gunungkidul selalu diwarnai dengan kekeringan yang memperihatinkan. Sehingga pada saat ini mereka rela untuk mengeluarkan sebagian simpanan kekayaan mereka dan melakukan berbagai cara untuk dapat memenuhi kebutuhan pokok terhadap air. Bagi warga yang mempunyai kekayaan lebih mungkin hal itu tidak terlalu jadi persoalan, namun bagi sebagian masyarakat yang tidak mampu maka kekeringan menjadi persoalan besar yang datang setiap tahun. Akan tetapi ternyata masalah tidak hanya sampai di sana, akibat dari persoalan ekonomi ini kemudian banyak warga yang pada akhirnya menyerah pada keadaan yang menimpanya dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Hal ini kemudian dikaitkan dengan adanya mitos quot;pulung gantung quot; yang ada dalam masyarakat. Melalui mitos ini dipercaya bahwa ada roh jahat yang berkeliaran di sekitar mereka yang akan mengajak seseorang untuk ikut bersamanya. Roh ini menjelma menjadi sebuah bola api yan jatuh ke dalam rumahg seseorang, apabila diketahui masuk ke dalam rumah seseorang maka salah satu penghuni rumah tersebut akan meninggal dunia dengan cara tidak wajar yaitu dengan gantung diri. Oleh karena itu jika mereka mengetahui hal ini maka segera mungkin diadakan ruwatan untuk mengusir roh jahat tersebut. Di luar mitos tersebut ada banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang nekat melakukan tindakan bunuh diri. Di mulai dari faktor ekonomi masyarakat yang kurang mampu, penderitaan penyakit yang sudah sangat lama, sampai kepada persoalan kegagalan dalam hubungan asmara dengan pasangannya. Namun terlepas dari berbagai faktor yang ada tersebut, lemahnya mental dan spiritualitas masyarakat dalam menghadapi persoalan-persoalan yang menimpanya menjadi kunci dari sumber banyaknya perilaku bunuh diri di Gunungkidul. Oleh karena itu peran dari ulama sebagai pemuka agama di masyarakat sangat diperlukan untuk bisa mengurangi persoalan ini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metodologi penelitian lapangan (Field Research), yaitu penelitian yang data maupun informasinya bersumber dari lapangan yang digali secara intensif yang disertai dengan analisa dan pengujian kembali atas semua data atau informasi yang telah dikumpulkan. Data yang dimaksudkan dalam hal ini adalah semua informasi yang menyangkut peristiwa bunuh diri di Gunungkidul baik data primer maupun sekunder. Persoalan maraknya bunuh diri di Gunungkidul bisa diatasi yaitu dengan melibatkan semua elemen masyarakat termasuk pemerintah. Ulama dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak untuk memperbaiki dan menanamkan moral spiritualitas masyarakat yang lemah sehingga kemudian mereka akan lebih kuat dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup yang dapat memicu timbulnya tindakan bunuh diri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing :DR. Munawar, S.S. M.Si,
Uncontrolled Keywords: Ulama; Bunuh diri
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 09 Aug 2012 16:04
Last Modified: 03 Nov 2016 09:28
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3296

Actions (login required)

View Item View Item