HADIS TENTANG ANJURAN MENIKAHI WANITA PRODUKTIF (Telaah Ma'anil Haadis)

Downloads

Downloads per month over past year

AULIYA ROHMAWATI NIM. 05530009, (2010) HADIS TENTANG ANJURAN MENIKAHI WANITA PRODUKTIF (Telaah Ma'anil Haadis). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (HADIS TENTANG ANJURAN MENIKAHI WANITA PRODUKTIF (Telaah Ma’anil Hadis))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (893Kb)
[img] Text (HADIS TENTANG ANJURAN MENIKAHI WANITA PRODUKTIF (Telaah Ma’anil Hadis))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (649Kb)

Abstract

Salah satu hadis yang menarik untuk dikaji adalah hadis tentang anjuran menikahi wanita produktif. Mengapa dikatakan demikian? Hadis ini membicarakan tentang anjuran yang ditujukan kepada laki-laki, jika menikah hendaknya menikahi wanita yang dapat melahirkan banyak anak. Keadaan yang demikian tentu memberikan pertanyaan baru bagi pihak perempuan, apakah memang demikian? Padahal subur tidaknya seorang wanita tidak ditentukan oleh manusia, tentu Allah yang lebih berkehendak atas segalanya. Selain itu, mengapa pihak laki-laki tidak disyaratkan subur juga? Karena tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran anak dalam sebuah keluarga tidak bisa lepas dari kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan harus sama-sama subur dan hal tersebut juga terjadi atas Kehendak Allah tentunya. Selain itu, jika melihat kembali kehidupan keluarga Rasulullah SAW, tentu hal ini bertentangan dengan kenyataan yang dialaminya. Karena pada kenyataannya beliau tetap menikahi wanita mandul, bahkan dari beberapa orang istri beliau hanya dua orang saja yang dapat melahirkan anak. Dengan melihat latar belakang tersebut, penulis mencoba untuk meneliti hadis-hadis yang berbicara tentang anjuran menikahi wanita produktif ini. Bagaimana sebenarnya hadis ini dimaknai? Lalu bagaimana pula relevansi hadis tentang anjuran menikahi wanita produktif ini jika dikaitkan dengan konteks kekinian? Sehingga dengan demikian dapat diperoleh makna yang tepat agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat merugikan umat Islam umumnya dan wanita khususnya. Dalam meneliti hadis ini, penulis menggunakan metode yang ditawarkan oleh Musahadi HAM. Di antara tahapan-tahapannya adalah pertama, melakukan kritik historis untuk menguji keotentikan hadis sehingga diketahui kualitas kesahihan hadis. Kedua, melakukan kritik eiditis yang terdiri dari analisis isi, analisis realitas historis dan analisis generarisasi. Dan tahapan yang ketiga adalah kritik praksis, yaitu memproyeksikan makna hadis tentang anjuran menikahi wanita produktif ini ke dalam realitas kehidupan kekinian sehingga memiliki makna praksis bagi penyelesaian problematika hukum dan kemasyarakatan. Setelah melakukan penelitian, dapat disimpulkan bahwa dengan memperhatikan situasi makro pada saat hadis ini turun, maka wajar jika kesuburan wanita diperhitungkan. Karena posisi wanita pada saat itu sebagai obyek pasif dan mayoritas pihak yang aktif dalam urusan publik adalah laki-laki. Kemudian dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah, beliau tidak mempermasalahkan kesuburan istriistrinya. Yang terpenting adalah bagaimana jalan terbaik untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangga dalam segala situasi apapun. Dalam hal relevansinya, hadis ini relevan jika ditempatkan pada saat sebelum menikah dan sudah tidak relevan lagi jika ditempatkan sesudah menikah. Karena bagaimanapun juga, tujuan utama sebuah pernikahan adalah membangun rumah tangga sakinah mawaddah warah}mah dan dalam hal ini, relasi positif antara suami dan istri sangat penting demi menjaga kelanggengan sebuah keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Nurun Najwah, M.Ag. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Hadis; anjuran menikahi wanita produktif
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin > Tafsir Hadist
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Aug 2012 11:31
Last Modified: 08 Aug 2012 11:32
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3299

Actions (login required)

View Item View Item