ETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM

Taufik, Muhammad (2018) ETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM. In: Etika : perspektif, teori, dan praktik. Bunga Rampai, - (-). FA Press, Yogyakarta, pp. 35-63.

[img]
Preview
Text (ETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM)
Sampul Muhammad Taufik - Etika Perspekrtif ANTOLOGI-2.pdf - Published Version

Download (185kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ETIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM)
Muhammad Taufik - Etika Perspekrtif ANTOLOGI_.pdf - Published Version

Download (186kB) | Preview

Abstract

Memperbincangkan etika merupakan suatu hal yang selalu menarik dan tidak pernah berakhir, karena etika merupakan aturan yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia. Tanpa etika atau moralitas, manusia akan meninggalkan hati nuraninya. Manusia tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. sebagai makhluk yang memiliki kemampuan berpikir, manusia memiliki kedudukan khusus di antara makhluk lain. hal itu sebagaimana dengan jelas termaktub dalam Q.S. 2: 33-34. Dengan pengetahuan yang dimilikinya manusia berpotensi melakukan dan memikirkan apapun yang ada di sekitarnya. Perkembangan pengetahuan manusia berawal dari rasa ingin tahu yang kuat untuk mencari kebenaran dengan menyingkap realitas yang ada di sekitarnya. Kemampuan penyingkapan misteri yang ingin diketahui manusia merupakan anugerah Allah dalam bentuk potensi akal yang brilian. Dengan akalnya juga manusia mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk serta bermanfaat bagi kehidupannya. Maka tidak mengherankan dengan potensi yang dimiliki, manusia bisa memaksimalkan rasionya untuk mengetahui dan melakukan sesuatu dengan peran nalar yang pada akhirnya bisa membuat kemajuan. Dengan penggunaan nalar secara optimal, manusia menciptakan peradaban dan kemodernan yang mencengangkan. Namun, walaupun modernitas itu bisa digapai oleh manusia, bukan berarti etika atau moral tidak serta merta diabaikan begitu saja karena ia mempunyai nilai yang signifikan dalam kehidupan. Kajian etika dan tindakan berbasis moral sangat penting dalam kehidupan. Sokrates menulis, “kita sedang membicarakan masalah yang tidak kecil, yakni mengenai bagaimana kita harus hidup”.1 Itu artinya kajian etika bukan persoalan sederhana, kajian etika perlu mendapat perhatian serius bagi seluruh manusia sebagai makhluk yang bernalar (human being) untuk menggapai idealisme kehidupan itu sendiri. Argumennya, ilmu pengetahuan berkembang dari pengetahuan yang bermula dari rasa ingin tahu manusia. Ilmu pengetahuan merupakan upaya khusus manusia untuk menyingkap realitas supaya memungkinkan manusia berkomunikasi satu sama lain dengan membangun dialog dengan mengakui yang lain dan meningkatkan harkat kemanusiaan yang senantiasa harus dijunjung tinggi. Untuk menentukan bahwa ilmu itu bebas nilai atau tidak, maka diperlukan sekurang-kurangnya tiga faktor sebagai indikator. Pertama, ilmu tersebut harus bebas dari pengandaian dan pengaruh faktor eksternal seperti politik, ideologi, agama, budaya, dan lainnya. Kedua, perlunya kebebasan usaha ilmiah demi terjaminnya otonomi ilmu pengetahuan. Ketiga, tidak luputnya penelitian ilmiah dari pertimbangan etis yang selalu dituding menghambat kemajuan ilmu pengetahuan. Indikator pertama dan kedua memperlihatkan upaya ilmuwan untuk menjaga objektivitas ilmiah suatu ilmu pengetahuan, sedangkan indikator ketiga ingin menunjukkan adanya faktor lain yang tidak dapat dihindarkan dari perkembangan ilmu pengetahuan, yaitu pertimbangan etis.2

Item Type: Book Section
Uncontrolled Keywords: ETIKA, FILSAFAT ISLAM
Subjects: Akhlak - Etika
Divisions: Buku
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 15 Feb 2019 02:13
Last Modified: 15 Feb 2019 02:13
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33193

Actions (login required)

View Item View Item