DEMOKRASI DALAM PANDANGAN AYATULLAH IMAM KHOMEINI

Joni Amran NIM. 03511371, (2010) DEMOKRASI DALAM PANDANGAN AYATULLAH IMAM KHOMEINI. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (DEMOKRASI DALAM PANDANGAN AYATULLAH IMAM KHOMEINI)
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (693kB) | Preview
[img] Text (DEMOKRASI DALAM PANDANGAN AYATULLAH IMAM KHOMEINI)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (441kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (0B)

Abstract

ABSTRAK Hubungan anatara Islam dan demokrasi atau dengan kata lain, potensi demokrasi Islam sebagai sebuah agama, budaya, dan peradaban, cukup sering menjadi bahan perdebatan yang hebat dan bahan diskusi yang menarik dikalangan para intelektual muslim atau pun para intelektual orientalis. Seiring dengan itu tuntutan demokrasi cukup santer kita dengar dari berbagai aspek kehidupan masyarakat dipenjuru dunia tidak terkecuali Indonesia yang mayoritas Muslim. Bila ditelususri buku-buku yang berkaitan dengan topik demokrasi dan sistem pemerintahan yang ditulis oleh pemikir Muslim kontemporer, maka akan ditemukan begitu banyak kontroversi dan silang pendapat. Sebagian beranggapan bahwa antara Islam dan demokrasi tidak memiliki kaitan sama sekali, Islam tidak mengenal kata demokrasi. Umat muslim tidak bisa begitu saja mengadopsi demokrasi secara mentah-mentah, karena dalam demokrasi, kedaulatan berada ditangan rakyat dan ini bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam ajaran Islam kedaulatan tertinggi ada di tangan Allah. Sementara sebagian yang lainnya berpendapat bahwa demokrasi adalah bagian dari Islam itu sendiri karena demokrasi sejalan dengan ajaran Islam. Dalam rangka berusaha untuk menemukan jawaban atas peramasalahan ini, penulis mencoba melihat dari pemikiran seorang tokoh yang cukup memberi pengaruh dalam konstelasi pemikiran politik umat Islam dewasa ini, khususnya dalam menelanjangi topik demokrasi. Dia adalah Ayatullah Imam Khomeini dari Iran yang kini bernama Republik Islam Iran, maka penulis menyajikan dua rumusan masalah, yaitu bagaimana pandangan dan kritik Ayatullah Imam Khomeni terhadap demokrasi? dan apa bentuk tawaran yang diberikannya pada dunia perpolitikan Islam dalam menanggapi persoalan demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan murni. Semua karyakarya yang terkait dengan penelitian ini dijadikan sebagai bahan rujukan untuk membaca pemikiran tokoh. Dalam segi pendekatan, penulis akan menggunakan pendekatan filosofis-historis. Sedangkan untuk memudahkan pengolahan data maka, penulis mempergunakan metode deskriptif-interpretatif. Hasil yang didapat adalah, bahwa Ayataullah Imam Khomeini memandang konsep kedaulatan rakyat, yang merupakan inti dari demokrasi disatu sisi-sisi bertentangan dengan keyakianan Islam yang mengakui kedaulatan satusatunya hanyalah milik Allah, namun di sisi lainnya demokrasi memberikan reaksi positif karena Islam itu sendiri sangat menjunjug tinggi akan harkatmartabat dan kebebasan manusia. Dengan demikian demokrasi haruslah bergantung pada prinsip-prinsip agama-suci (Islam). Karena kebeasan itu mesti dibatasi dengan hukum, dan kebebasan yang diberikan itu harus dilaksanakan di dalam batas-batas hukum Islam dan Konstitusi, dengan cara yang sebaik-baiknya. Sehingga pemerintahan yang adil dan demokratis dalam makna yang sebenarnya berhasil untuk diwujudkan. Kehendak rakyat harus sejalan dengan kehendak Tuhan dan mekanisme kesejajaran kehendak tersebut dijaga oleh mekanisme yang disebut Ayataullah Imam Khomeini dengan wilayah al-faqih, dan ini merupakan suatu bentuk tawaran Ayatullah Imam Khomeini terhadap dunia perpolitikan Islam, khususnya Republik Islam Iran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin, M. Hum, H. Shofiyullah, Mz. S. Ag, M. Ag,
Uncontrolled Keywords: Demokrasi, Ayatullah Imam Khomeni
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 08 Aug 2012 10:24
Last Modified: 08 Aug 2012 10:24
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3325

Actions (login required)

View Item View Item