IMPROVISASI PEMAIN DALAM PEMENTASAN ACARA PANGKUR JENGGLENG DI TVRI YOGYAKARTA

HUSNA QODRIATI - NIM. 03210063, (2010) IMPROVISASI PEMAIN DALAM PEMENTASAN ACARA PANGKUR JENGGLENG DI TVRI YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (IMPROVISASI PEMAIN DALAM PEMENTASAN ACARA PANGKUR JENGGLENG DI TVRI YOGYAKARTA)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (IMPROVISASI PEMAIN DALAM PEMENTASAN ACARA PANGKUR JENGGLENG DI TVRI YOGYAKARTA)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (369kB)

Abstract

Dakwah menurut Muhammad Natsir didefinisikan sebagai suatu usaha menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan manusia dan seluruh umat, konsepsi Islam tentang pandangan dan tujuan hidup manusia di dunia yang meliputi amar makruf nahi munkar dengan membimbing pengalamannya dan kehidupan berumah tangga (usroh), perikehidupan masyarakat, dan perikehidupan bernegara. Ketika dakwah mempunyai fungsi untuk membimbing perikehidupan masyarakat dan bernegara, maka drama merupakan salah satu cara untuk mewujudkan makna dakwah yang sebenarnya. Sebuah drama ternyata tidak demikian sederhana sebagaimana orang mengira. Pementasan dianggap sebagai sesuatu yang amat pelik dan sulit. Anehnya, drama dipandang mudah oleh sebagian orang yang belum mengetahui seluk beluknya. Padahal pementasan yang nampaknya remeh itu, oleh orang teater dipandang sebagai sesuatu yang amat kompleks. Pementasan drama merupakan kesenian yang sangat kompleks. Sebab, seni drama bukan saja melibatkan banyak seniman, melainkan juga mengandung banyak unsur, yaitu harus ada naskah drama, pemain, sutradara, tata rias, tata busana, tata panggung, tata lampu, tata suara, penonton. Unsur-unsur itu saling mendukung dan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keutuhan pementasan drama. Karena itu, semua unsur pementasan drama harus ada dan harus dikerjakan dengan baik. Bila salah satu unsur dikerjakan secara asal, maka pementasan drama tak akan berhasil. Bahkan tidak ada salah satu unsur saja bisa mengakibatkan pementasan drama tak akan terwujud. Dalam pementasan acara Pangkur Jenggleng ini lebih diutamakan kreativitas dan improvisasi para pemainnya berdasarkan karakter para pemainnya sendiri. Sutradara tetap membuat naskah, namun hanya berupa kerangka cerita, dan beberapa catatan yang berkaitan dengan quot;Pangkur Jenggleng quot;. Karena quot;Pangkur Jenggleng quot; termasuk suatu drama tradisional watak, tokoh, dan gerak-geriknya diserahkan sepenuhnya kepada pemain. Selanjutnya dikembangkan sendiri oleh para pemain dengan menggunakan improvisasi karena drama ini masih bersifat taradisional. Dengan proses komunikasi dan sosialisasi, lambat laun dapatlah diharapkan terbentuk suatu kesenian nasional Indonesia, sehingga kebudayaan dan kesenian Indonesia tidak lagi akan merupakan penjumlahan dari bagian-bagian. Selain itu, antara agama dan budaya hubungannya sangat erat sekali. Interaksi ini didasari tidak terjadi dalam lingkungan hampa, melainkan dalam alam perubahan secara besar-besaran yang dengan istilah asingnya disebut social change. Kebudayaan adalah interaksi antara diri dengan lingkungan fisik dan non fisik, dimana memperoleh bentuk bakunya karena diakui oleh lingkungan atau diakui dengan dilegalisasikan secara formal melalui lembaga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Drs. H. Sukriyanto, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: pangkur jengleng, improvisasi pemain, TVRI Yogyakarta
Subjects: Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi Penyiaran Islam (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 10 Sep 2012 11:51
Last Modified: 16 Oct 2015 03:05
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3345

Actions (login required)

View Item View Item