KOMODIFIKASI TRADISI RASULAN GUBUG GEDHE DI DESA NGALANG, GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL

ERIKE USDIAH PUTRI, NIM. 14540017 (2018) KOMODIFIKASI TRADISI RASULAN GUBUG GEDHE DI DESA NGALANG, GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (KOMODIFIKASI TRADISI RASULAN GUBUG GEDHE DI DESA NGALANG, GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL)
14540017_BAB I, BAB V, DAFTAR PUSTAKA, LAMPIRAN.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (KOMODIFIKASI TRADISI RASULAN GUBUG GEDHE DI DESA NGALANG, GEDANGSARI, GUNUNG KIDUL)
14540017_BAB II, BAB III, BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Rasulan Gubug Gedhe adalah tradisi yang diselenggarakan masyarakat Desa Ngalang, Gedangsari, Gunung Kidul. Rasulan merupakan upacara adat tahunan yang digelar warga setelah masa panen. Pelaksanaan Rasul bertujuan sebagai sarana wujud syukur untuk menumbuhkan kembali, memupuk, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. Namun, Rasulan saat ini mengalami perubahan yang sangat pesat. Dulu sebelum terjadinya modernisasi, Rasulan merupakan sebuah ritual yang sangat menjaga kesakralan pada setiap pelaksanaannya. Akan tetapi, sekarang berubah menjadi sebuah perayaan yang dijadikan sebagai ajang mencari hiburan oleh masyarakat luas dan sarana untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat Desa Ngalang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan melihat dan mengikuti jalannya tradisi Rasulan dan mengetahui perubahanperubahan pada setiap prosesi ritual Rasulan. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Ngalang, Gedangsari, Gunung Kidul meliputi tokoh masyarakat, panitia Rasulan, dan masyarakat yang ikut berpartisipasi di upacara Rasulan Gubug Gedhe. Teori yang digunakan adalah yang berkaitan dengan terjadinya komodifikasi yaitu teori masyarakat konsumsi milik Jean Baudrillard, yang menyatakan bahwa konsumsi yang terjadi sekarang ini telah menjadi konsumsi tanda (pesan, citra). Tindakan konsumsi suatu barang dan jasa tidak lagi berdasarkan pada kegunaannya melainkan lebih mengutamakan pada tanda dan simbol yang melekat pada barang dan jasa itu sendiri. Hasil dari penelitian menemukan bahwa tradisi Rasulan Gubug Gedhe mengalami perubahan makna, pelaksanaan, dan tujuan aslinya. Rasulan dijadikan sebagai ajang untuk memperoleh keuntungan dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Bentuk komodifikasi yang terjadi meliputi adanya hiburan baru pasar malam, hiburan kesenian modern, munculnya pedagang-pedagang baru, dan sebagainya yang bisa menghasilkan keuntungan untuk Desa Ngalang. Akibat dari terjadinya komodifikasi tersebut, cara hidup masyarakat Desa Ngalang saat ini telah mengalami perubahan menuju budaya konsumsi dan perilaku kehidupan yang konsumtif. Mempunyai keinginan yang tinggi untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dra. Hj. Nafilah Abdullah, M.Ag
Uncontrolled Keywords: tradisi Rasulan Gubug Gedhe, komodifikasi, perubahan sosial
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 11 Mar 2019 07:06
Last Modified: 11 Mar 2019 07:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/33715

Actions (login required)

View Item View Item