PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF HADIS NABI (Kajian Tematis-Kontekstualis)

Andi Suseno, NIM. 1620511004 (2018) PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF HADIS NABI (Kajian Tematis-Kontekstualis). Masters thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF HADIS NABI (Kajian Tematis-Kontekstualis))
1620511004_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (PENGENTASAN KEMISKINAN PERSPEKTIF HADIS NABI (Kajian Tematis-Kontekstualis))
1620511004_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (8MB)

Abstract

Poverty is a problem that always haunts every human life in the world. Several negative impacts continue to appear in all parts of the world due to the problem of poverty. One of the aims of the Islamic Religion was to bring humanity to a life which is full of prosperity and out of poverty. Muhammad as a Prophet not only responded to matters relating to human relations with the Lord, but also horizontally dealt with human relations with each other. With his example and wise attitude, the Prophet Muhammad responded to the problem of poverty with several solutions. The moral perfection of the Prophet Muhammad is reflected in his hadiths, so it is interesting to be studied comprehensively. Discussing thematically and systematically the terms of poverty in hadith became a concrete step to uncover the Prophet's method of alleviating poverty. In the next step was the contextualization of the hadith as an effort to keep the sunnah of the Prophet Muhammad to remain shalih likulli zaman wal makan. In conducting this study, the researcher used the method of Hermeneutika Hadis Yusif al-Qaradhawi. This step was expected to be able to capture the idea of the text (al-hadith) perfectly from the hadiths which have similar themes. With this method, it was expected that the messages contained in the hadith can be interpreted according to the context of present-day life. In the last step the researcher carried out contextualization of hadith. This step aimed to look at the universal values of hadith, then related it to the present-day life. Besides that, it was used to look at the textual and contextual areas of the hadith in order to make the Prophet's hadith can be practiced continually and even be developed. Thus, the hadith is not becoming a dead text, but can be a living text. Keyword: poverty, Prophet‟s hadith, alleviation, maudhu'i, principle. [INDONESIA]Kemiskinan adalah problem yang selalu menghantui setiap kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Berbagai dampak negatif terus bermunculan di seluruh belahan dunia akibat problem kemiskinan. Salah satu tujuan dari diturunkanya Agama Islam adalah untuk mengantarkan umat manusia pada kehidupan yang penuh dengan kesejahteraan dan keluar dari jerat kemiskinan. Muhammad sebagai seorang Nabi tidak hanya merespon hal-hal yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhanya, tetapi juga secara horizontal mengurusi hubungan manusia dengan sesamanya. Dengan teladan dan juga sikap bijaknya, Nabi Muhammad merespon problem kemiskinan dengan berbagai solusi. Kesempurnaan akhlak Nabi Muhammad tergambar dalam hadis-hadisnya, sehingga menarik untuk dikaji secara komprehensif. Membahas secara tematis dan sistematis term kemiskinan dalam hadis, menjadi satu langkah konkrit untuk mengungkap metode Nabi dalam mengentaskan kemiskinan. Pada langkah berikutnya adalah kontekstualisasi hadis sebagai upaya untuk menjaga sunah Nabi Muhammad agar tetap shalih likulli zaman wal makan. Dalam melakukan kajian dalam penelitian ini penulis menggunakan metode hermeneutika hadis Yusuf al-Qaradhawi. Langkah ini diharapkan dapat menangkap ide teks (al-hadis) dengan sempurna dari hadis-hadis yang memiliki kesamaan tema. Dengan metode pemahaman ini diharapkan pesan-pesan yang terkandung dalam hadis dapat diinterpretasikan sesuai dengan konteks kehidupan masa kini. Pada langkah terakhir penulis melakukan kontekstualiasi hadis. Langkah ini bertujuan untuk melihat nilai-nilai universal hadis, kemudian dihubungkan dengan kehidupan masa kini. Melihat wilayah-wilayah tekstual dan kontekstual hadis agar hadis Nabi dapat terus dapat diamalkan bahkan dikembangkan. Sehingga hadis tidak menjadi teks mati, tetapi dapat menjadi teks yang hidup. Keyword: kemiskinan, hadis Nabi, Pengetasan, maudhu‟i, asas.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. Ali Imran, M.Ag
Uncontrolled Keywords: kemiskinan, hadis Nabi, Pengetasan, maudhu‟i, asas.
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah dan Filsafat Islam (S2) > Studi al Qur'an dan Hadits
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 05 Apr 2019 09:04
Last Modified: 05 Apr 2019 09:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34045

Actions (login required)

View Item View Item