POLARISASI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT GINANDONG KARANGGAYAM KEBUMEN

UMIRUL AZIZ - NIM. 05120031, (2010) POLARISASI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT GINANDONG KARANGGAYAM KEBUMEN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (POLARISASI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT GINANDONG KARANGGAYAM KEBUMEN)
BAB I, V.pdf - Published Version

Download (813kB) | Preview
[img] Text (POLARISASI KEBERAGAMAAN MASYARAKAT GINANDONG KARANGGAYAM KEBUMEN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (100kB)

Abstract

Kejawen adalah kategori unik dalam masyarakat Jawa. Disebut unik karena kejawen (Javanism) ini memiliki tradisi mistik yang berbeda dengan wilayah lain. Segala perilaku orang Jawa, seringkali memang sulit lepas dari aspek kepercayaan pada hal-hal tertentu. Itulah sebabnya sistem berpikir mistik selalu mendominasi perilaku orang Jawa. Mereka lebih percaya pada dongeng-dongeng sakral. Sistem berpikir semacam ini telah turun-temurun sampai menjadi folklor Jawa. Salah satu daerah di Jawa Tengah yang masih kental dengan sistem keagamaan kejawen yaitu di Desa Ginandong, Kecamatan Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Masyarakat Ginandong terbagi menjadi dua golongan, yaitu: golongan abangan dan mutihan. Sistem kepercayaan mereka terhadap adanya kekuatan alam semesta masih sangat kental, seperti percaya akan adanya kekuatan pada pohon dan sumber air. Setiap pohon yang besar dan sumber air pasti terdapat sesaji yang dipercaya mempunyai kekuatan yang sakti. Salah satu keunikan dari sistem kepercayaan masyarakat Ginandong adalah, meskipun seluruh masyarakat seratus persen Islam, namun kurang lebih lima belas persennya masih ada yang sama sekali tidak menjalankan syari'at Islam. Sholat lima waktu dan menunaikan zakat mal dianggap tidak wajib. Perbuatan ini menurut mereka tidak salah, akan tetapi cukup menjalankan sholat lima waktu di dalam hati. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi dan pendekatan antropologi. Melihat kondisi masyarakat Ginandong di atas teori yang relevan dalam penelitian ini adalah teori difusi kebudayaan. Teori difusi ini memiliki relevansi dengan polarisasi keberagamaan di Desa Ginandong. Bukti dari kerelevansian ini yaitu, terbaginya keberagamaan masyarakat Ginandong menjadi dua golongan yaitu, golongan abangan dan mutihan, yang disebabkan masuknya para pendatang dari daerah lain ke daerah tersebut ataupun sebaliknya. Polarisasi keberagamaan pada masyarakat Desa Ginandong terjadi karena tiga faktor: pertama, masyarakat pendatang, kedua, generasi yang berpendidikan, dan ketiga, gerak ke luar masyarakat Desa Ginandong. Dampak polarisasi keberagamaan masyarakat Desa Ginandong khususnya dalam bidang keagamaan tidak ada. Masyarakat hidup berdampingan secara damai dan tenang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Ali Sodiqin, M. Ag.
Uncontrolled Keywords: Kejawen, masyarakat Jawa, tradisi mistik
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Aug 2012 10:59
Last Modified: 22 Dec 2016 02:50
URI: https://digilib.uin-suka.ac.id:80/id/eprint/3408

Actions (login required)

View Item View Item