POTENSI EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn.) SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA PATOGEN Saprolegnia sp. PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn., 1758)

Adika Suwarman, NIM. 14640017 (2018) POTENSI EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn.) SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA PATOGEN Saprolegnia sp. PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn., 1758). Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (POTENSI EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn.) SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA PATOGEN Saprolegnia sp. PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn., 1758))
14640017_BAB-I_BAB-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview
[img] Text (POTENSI EKSTRAK AIR DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides Linn.) SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA PATOGEN Saprolegnia sp. PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn., 1758))
14640017_BAB-II_sampai_BAB-IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (3MB)

Abstract

Saprolegnia sp. merupakan jamur penyebab penyakit saprolegniasis yang menyerang ikan nila (Oreochromis niloticus). Malachite green atau bahan kimia fungisida sintetik lain yang biasa digunakan dalam penanganan saprolegniasis. Namun menimbulkan sejumlah efek negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan bahan biofungisida yang melimpah di alam dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bandotan (Ageratum conyzoides) sebagai antijamur hayati terhadap Saprolegnia sp. berdasarkan daya hambat yang terbentuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak daun bandotan yaitu P1 (1 g/L), P2 (2 g/L), dan P3 (3 g/L) masing-masing tiga kali pengulangan dengan kontrol positif berupa malachite green dan kontrol negatif tanpa ekstrak bandotan dan malachite green. Masing-masing perlakuan diberikan pada ikan nila yang telah diinfeksi Saprolegnia sp. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang diberikan, maka daya hambatnya terhadap infeksi jamur Saprolegnia sp. yang menginfeksi benih ikan nila juga semakin besar. Daya hambat terbesar yaitu 4,02 mm diperoleh pada perlakuan P3. Pemberian ekstrak daun bandotan juga berdampak positif pada ikan terinfeksi yang ditandai dengan perbaikan gejala klinis berupa peningkatan gerakan ikan, warna tubuh yang semakin cerah, serta konsumsi pakan yang tinggi. Penelitian inidapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan selama 7 haridengan konsentrasi 3 g/L dapat menghambat pertumbuhan jamur Saprolegnia sp. pada benih ikan nila secara in vivo sebesar 4,02 mm.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Erny Qurotul Ainy, M.Si.
Uncontrolled Keywords: antijamur, Ageratum conyzoides, Oreochromis niloticus, dan Saprolegnia sp.
Subjects: Biologi
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Biologi (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Bambang Heru Nurwoto
Date Deposited: 25 Mar 2019 10:46
Last Modified: 25 Mar 2019 10:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34138

Actions (login required)

View Item View Item