TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DAN PENGARUHNYA ATAS HAK WARISAN ANAK

SIKUN - NIM. 05350022, (2010) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DAN PENGARUHNYA ATAS HAK WARISAN ANAK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DAN PENGARUHNYA ATAS HAK WARISAN ANAK (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 266/Pdt. G/2005/PA. Bantul) )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (617kB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DAN PENGARUHNYA ATAS HAK WARISAN ANAK (Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 266/Pdt. G/2005/PA. Bantul) )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (218kB)

Abstract

ABSTRAK Dewasa ini Islam menjadi agama yang paling banyak dijadikan perdebatan. Sebagian orang berpikir, Islam mencetak (taa shub) fanatisme yang berlebihan dan kekerasan (Violence). Sebagian yang lain menegaskan bahwa Islam adalah agama yang damai. Banyak pula orang beranggapan bahwa Islam adalah agama pembawa teror, dan sementara pada pihak lain tidak kurang banyaknya orang menyakini Islam sebagai agama yang memberikan ketenangan batin dan kearifan. Kontroversi kian menajam saat sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam membuat keputusan untuk mengambil jalan pintas dengan menebarkan teror dan ancaman quot;bom bunuh diri quot;. Jihad fi sabilillah, yang pada kenyataannya mengandung seruan-seruan suci untuk menegakkan sesuatu yang ma'ruf dan menolak yang munkar, dewasa ini dicap (stigma) sebagai 'bahasa teror' yang menakutkan. Hal ini menjadi berbanding terbalik dengan Islam yang selalu mendeklarasikan diri sebagai agama yang rahmatan li al-'alamin. Dengan latar belakang diatas, skripsi ini membandingkan dua kutub pemahaman yang menjadi mainstream cara pandang umat Islam dewasa ini. Cara pandang pertama terwakili pada sosok Yusuf al-Qardhawi yang memaknai jihad sebagai upaya pembrantasan kebodohan, kemiskinan dan penyakit yang melingkupi umat Islam dewasa, usaha ini juga tidak kurang pentingnya dari pada mengangkat senjata. Sementara pada persepektif kedua terrepresentasikan pada figur Taqiyyudin al-Nabhani yang dikenal sebagai sosok yang mempunyai kecenderungan pemikiran yang radikalis, ekstrimis, ofensif, eksplosif dan fundamentalis yang mengasumsikan bahwa jihad merupakan perang ofensif melawan musuh Islam, perang untuk mewujudkan kemenangan dan kesyahidan serta pemisahan total hubungan muslim dan non muslim. Dan pokok masalah yang diajukan adalah bagaimanakah pandangan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Taqiyyuddin al-Nabhani tentang konsep jihad? Skripsi ini memakai metode deskriptif komparatif analisis di mana metode ini bertujuan untuk memperoleh ilustrasi yang jelas berkaitan dengan konsep jihad yang diasumsikan telah terjadi quot;penyempitan quot; makna dengan komparasi antara pandangan Islam modernis yang terwakili pada sosok Yusuf Qardhawi dan Islam quot;radikalis quot; ang terrepresentasi pada sosok Taqiyyuddin al-Nabhani, kemudian kedua kutub tersebut dianalisis dari data yang diperoleh. Hasilnya setelah melakukan penelitian tersebut, capaian yang diperoleh adalah suatu kesimpulan yang cukup bisa merepresentasikan gambaran umum tentang komparasi kedua arus yaitu Yusuf Qardhawi cenderung berpandangan lebih inklusif (terbuka) dan moderat tawasut, cenderung ke arah jalan tengah dalam memaknai jihad itu sendiri. Sementara Taqiyyuddin al-Nabhani di pihak lain cenderung berpandangan eksklusif (tertutup) dan ekstrem dalam memahami dan mendefinisikan jihad yang dimaknai sebagai upaya mengangkat senjata untuk memerangi orang kafir. Sehingga temuan dalam pemaparan ini mengafirmasi tesis, bahwa Yusuf Qardhawi adalah seorang pemikir Islam modernis, dan Taqiyyuddin al- Nabhani seorang pemikir Islam radikalis pada zamannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Drs. Supriatna, M.Si. Samsul Hadi S.Ag, M.ag
Uncontrolled Keywords: pembatalan perkawinan, pemalsuan identitas, hak waris anak
Subjects: Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2012 13:49
Last Modified: 12 Apr 2016 03:54
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3432

Actions (login required)

View Item View Item