KUASA SENSOR TERHADAP SASTRA MESIR (Pembacaan Diskursus atas Novel Suqu>t} al-‘Ima>m Karya Nawal al-Sa‘da>wi>)

Drei Herba Ta’abudi, NIM. 16201010015 (2019) KUASA SENSOR TERHADAP SASTRA MESIR (Pembacaan Diskursus atas Novel Suqu>t} al-‘Ima>m Karya Nawal al-Sa‘da>wi>). Masters thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KUASA SENSOR TERHADAP SASTRA MESIR (Pembacaan Diskursus atas Novel Suqu>t} al-‘Ima>m Karya Nawal al-Sa‘da>wi>))
16201010015_BAB I_BAB_TERAKHIR_DAFTRA_PUSTAKA.PDF.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview
[img] Text (KUASA SENSOR TERHADAP SASTRA MESIR (Pembacaan Diskursus atas Novel Suqu>t} al-‘Ima>m Karya Nawal al-Sa‘da>wi>))
16201010015_BAB II_S.D._SEBELUM_BAB_TERAKHIR.PDF.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (25MB)

Abstract

Novel “Suqut} al-Ima>m” karya Nawal al-Sa’da>wi> terbit tahun 1987. Setahun setelah terbit, kelompok Islam militan bereaksi dengan menuduhnya bid’ah yang kemudian menghalalkan darahnya. Tahun 2004 giliran otoritas al- Azhar melalui Majma’ al-Buhu>ts al-Isla>miyah melarang novel ini beredar. Kendati kedua praktik sensor ini terjadi pada masa Mubarak, namun, rentan waktu dan kelompok berbeda yang melarang membuat kemenarikkan untuk mengelaborasi diskursus sensor Mesir dalam pelarangan novel tersebut. Latar belakang ini membuat penulis mengajukan tiga pertanyaan: (1) konstruksi wacana dalam novel; (2) diskursus praktik sensor terhadap novel; serta (3) kuasa-wacana dalam praktik sensor tersebut. Kajian ini merupakan pembacaan diskursus novel “Suqut} al-Ima>m” menggunakan metode Foucauldian dengan pendekatan analisis wacana kritis. Penelitian ini dilakukan dengan dua tahap. Langkah pertama melakukan pembacaan tektual ke dalam novel dengan menggunakan teori naratologi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ke luar novel dengan menggunakan teori arkeologi dan genealogi Foucault. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pembacaan pertama menghasilkan tiga klasifikasi wacana dalam novel, yaitu wacana tabu dalam ranah politik, agama serta seksualitas. Sementara, pembacaan arkeologis menunjukkan, bahwa inklusi dan eksklusi wacana pada masa Mubarak menghasilkan jaringan kuasa Islamis yang sama-sama mendorong praktik sensor Mesir dilakukan. Kemudian, pembacaan genealogis menunjukkan bahwa praktik sensor tersebut tidak hanya dilatari oleh kuasa Islamis dengan tujuan normalisasi wacana, namun juga memperlihatkan produksi wacana lain seperti jaringan kuasa, lahirnya wacana perempuan, ambiguitas sensor, politik autentisitas, kuasa patriarkis, serta otosensor (self-censorship).

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information / Pembimbing: Dr. H. Ibnu Burdah, S.Ag, M.A.,
Uncontrolled Keywords: Nawal al-Sa’dawi, sensor Mesir, Foucauldian
Subjects: Budaya dan Agama
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Interdisciplinary Islamic Studies > Ilmu Bahasa Arab
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 08 Apr 2019 11:19
Last Modified: 08 Apr 2019 11:19
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34410

Actions (login required)

View Item View Item