EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-WADIH KARYA MUHAMMAD MAHMUD HIJAZI

MUHAMMAD AFNAN MU’TASHIM BILLAH, NIM. 13530076 (2018) EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-WADIH KARYA MUHAMMAD MAHMUD HIJAZI. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-WADIH KARYA MUHAMMAD MAHMUD HIJAZI)
13530076_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (EPISTEMOLOGI TAFSIR AL-WADIH KARYA MUHAMMAD MAHMUD HIJAZI)
13530076_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Riset tentang epistemologi tafsir sangat penting dilakukan, sebab persoalan epistemologi sejatinya bukan persoalan filsafat saja, melainkan persoalan setiap disiplin ilmu pengetahuan, termasuk tafsir. Kajian epistemology tafsir berupaya menjelaskan masalah-masalah filosofis sekitar teori pengetahuan tentang tafsir. Bagaimana sebuah karya tafsir dapat diuji kebenarannya berdasarkan norma epistemik. Persolan-persoalan terkait sumber penafsiran (sources of knowledge), metode penafsiran (method of knowledge) dan validitas penafsirannya (validity of knowledge) adalah persoalan pokok yang dibahas dalam penelitian epistemologi tafsir ini. Tafsir al-Wadih yang ditulis oleh Muhammad Mahmud Hijazi (1914-1972) pada tahun 1951-1955 merupakan salah satu produk tafsir kontemporer lengkap 30 juz. Penulis kitab tafsir ini dikenal sebagai salah satu tokoh pelopor yang menggagas tafsir tematik di era kontemporer lewat karya disertasinya al-Wihdah al-Maudu’iyyah fi al-Qur’an al-Karim. Kitab tafsir yang terdiri dari 3 jilid ini ditulis selaras dengan salah satu karakteristik tafsir kontemporer yakni tafsir yang berfungsi menjadikan al-Qur’an sebagai sumber petunjuk bagi manusia (hudan li al-nas). Melalui karya tafsirnya yang metodis dengan bahasa yang mudah dipahami serta pembahasan yang tidak bertele-tele ini, ia berusaha menjawab tantangan dan problematika manusia modern. Karya tafsir yang demikian itu, pastilah didasari oleh teori pengetahuan tertentu. Oleh karena itu, untuk mengetahui bagaimana ia dapat meghasilkan sebuah karya tafsir diperlukan kajian yang komprehensif dan mendalam terhadap kitab tafsir al-Wadih ini terutama dari sisi epistemologinya. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, sumber-sumber rujukan yang dipakai Muhammad Mahmud Hijazi untuk menafsirkan al-Qur’an adalah sumber yang sahih wa mu’tabar seperti tafsir al-Qur’an dengan al-Qur’an, bi al-riwai, bi al-‘ilmi, bi al-isyari, bi al-‘aqli wa al-ijtihadi atau al-kamil. Ia tidak menggunakan sumber yang batil wa gair mu’tabar. Kedua, metode penafsiran yang digunakan Muhammad Mahmud Hijazi dalam kitab tafsir al-Wadih jika ditinjau dari sistematika penulisannya, kitab ini disusun berdasarkan sistematika tartib almus hafi (ditulis sesuai urutan surat dalam mushaf ‘Usmani). Adapun jika dilihat dari cara penyajiannya, kitab tafsir ini disajikan dengan metode “tematik” (almaud u’i). Akan tetapi metode “tematik” yang dipakainya bukan metode tematik yang disusun khusus atas dasar tema tertentu dalam al-Qur’an dan dibahas berdasarkan kronologi turunnya ayat. Metode “tematik” yang dipakainya adalah metode tematik surat yang mana pembahasan temanya mengikuti urutan suratnya menurut tartib al-mushafi. Jika ditengok dari latar belakang mazhab atau aliran kalamnya, kitab ini ditulis dengan background Sunni dan cenderung bermazhab Syafii. Jika ditinjau dari corak tafsirnya, kitab ini bercorak adabi ijtima’i (social kemasyarakatan). Adapun jika dilihat dari nuansa tujuan dan semangat yang diusung dalam kitab tafsirnya, kitab ini mengusung semangat tafsir al-hida’I (menjadikan al-Qur’an sebagai sumber petunjuk). Jika ditengok dari keluasan pembahasannya, pembahasan dalam kitab ini tergolong ringkas (al-mukhtasar). Ketiga, validitas penafsiran kitab ini diuji dengan 3 teori kebenaran yakni teori koherensi, korespondensi dan pragmatisme. Berdasarkan teori koherensi, Muḥammad Maḥmūd Ḥijāzī konsisten terhadap pernyataan-pernyataan yang dibangun ketika menafsirkan al-Qur’an. Pernyataan-pernyataan dalam muqaddimah tafsirnya senada dengan implementasi penafsirannya. Menurut teori korespondensi, penafsiran dalam kitab ini sesuai dengan fakta ilmiah dan realita konkret yang ada. Hal tersebut terlihat terutama ketika menafsirkan ayat-ayat kauniyah. Sedangkan dari teori pragmatisme, kitab ini ditulis dengan semangat pragmatisme yang tinggi dilihat dari latar belakang penulisan kitab, metode dan sistematika serta respon masyarakat terhadap kitab. Kitab ini ditulis dengan bahasa yang mudah dan metode yang sistematis sehingga dapat diterima oleh masyarakat di sekitarnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Dadi Nurhaedi, S.Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: epistemologi, Muh}ammad Mah}mu>d H{ija>zi>, tafsir al-Wa>d}ih
Subjects: Ilmu Alqur’an dan Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Alqur’an dan Tafsir (S1)
Depositing User / Editor: H. Zaenal Arifin, S.Sos.I., S.IPI.
Date Deposited: 11 Apr 2019 03:45
Last Modified: 11 Apr 2019 03:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34505

Actions (login required)

View Item View Item