REBANA PANJI KINASIH DI DESA KUTO ANYAR KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG

MUHAMMAD IRSYAD FURQONI - NIM. 04121918, (2010) REBANA PANJI KINASIH DI DESA KUTO ANYAR KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (REBANA PANJI KINASIH DI DESA KUTO ANYAR KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG)
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (334kB) | Preview
[img] Text (REBANA PANJI KINASIH DI DESA KUTO ANYAR KECAMATAN KEDU KABUPATEN TEMANGGUNG)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (275kB)

Abstract

ABSTRAK Institusi kekuasaan dan kebudayaan yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang menjadi panutan masyarakat, kini semakin terkikis modernisasi. Pengaruh modernisasi mengakibatkan terjadinya pergeseran dalam memaknai nilai-nilai luhur yang menjadi potensi di suatu daerah. Bahkan bisa menenggelamkan kearifan lokal yang telah di lahirkan oleh leluhur kita. Seiring lahirnya berbagai media yang hadir di nusantara, modernisasi sudah tidak menjadi wacana yang hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui, bahkan menjadi keniscayaan sejarah, di mana ruang dan waktu tidak lagi menjadi batas untuk menyebarkan nilai-nilai. Seperti halnya dengan kesenian, karena kesenian sebagai salah satu bentuk dari kebudayaan yang juga memiliki kemampuan untuk melakukan proses adaptasi dan interaksi dengan nilai-nilai modernisme. Di daerah Temanggung, Kecamatan Kedu tepatnya di Desa Kuto Anyar, lahir sebuah komunitas pemuda yang mempunyai kebiasaan nongkrong di pinggir jalan, mabuk-mabukan sambil bermain gitar. Kemudian mereka mengakhiri kebiasaan buruk mereka dengan membentuk kelompok barjanji pada sekitar tahun 1990. Setelah beberapa lama berjalan, kegiatan komunitas ini bertambah membuat group musik religi (rebana) bernama Panji Kinasih, yaitu tanggal 11 Syawal 1413 yang bertepatan dengan tanggal 4 April 1993. Nama Panji Kinasih sendiri diambil dari dua kata, yaitu Panji berarti sebuah lambang kebesaran dan Kinasih sendiri berarti dikasihi/welas asih, Rebana adalah sejenis gendang yang satu muka yang digunakan untuk mengiringi tarian dan nyanyian rakyat bernuansa keindahan (estetika). Peneliti mengambil group Rebana Panji kinasih, karena bisa dibilang group ini sebagai embrio lahirnya group-group rebana di sekitar Temanggung, dan keberadaannya juga menambah warna di blantika musik rebana. Selain itu adanya group ini memberi peranan di berbagai kegiatan keagamaan di Kuto Anyar sendiri dan beberapa wilayah Temanggung dan sekitarnya pada umumnya. Dampak lain dari keberadaan group ini yaitu munculnya nilai-nilai agama, sosial dan budaya. Dan juga ada unsur dakwah, ibadah dan memberikan hiburan ke masyarakat tentunya. Selain itu ada juga dampak ekonomi dengan keberadaan rebana ini. Peneliti mengunakan pendekatan Sosio-Historis, yaitu penelitian untuk mendeskripsikan dalam bingkai latar belakang, keadaan masyarakat dan sejarah keberadaanya. Peneliti menggunakan metode analisa Logika Kualitatif yaitu pencarian kebenaran berdasarkan paparan deskripsi data di lapangan. Kualitas kebenaran berdasarkan realita yang ada.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Maharsi, M. Hum.
Uncontrolled Keywords: modernisasi, religi, group musik rebana Panji kinasih
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Aug 2012 13:14
Last Modified: 21 Dec 2016 06:42
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3452

Actions (login required)

View Item View Item