PLOBLEMATIKA PENERIMAAN AKTA NIKAH BAGI PASANGAN NIKAH “YANG TERCATATKAN” (STUDI KASUS PERKAWINAN TAHUN 1981-1990 DI DESA BERAHAN WETAN KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK)

FARHAN - NIM. 05350114, (2010) PLOBLEMATIKA PENERIMAAN AKTA NIKAH BAGI PASANGAN NIKAH “YANG TERCATATKAN” (STUDI KASUS PERKAWINAN TAHUN 1981-1990 DI DESA BERAHAN WETAN KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PLOBLEMATIKA PENERIMAAN AKTA NIKAH BAGI PASANGAN NIKAH “YANG TERCATATKAN” (STUDI KASUS PERKAWINAN TAHUN 1981-1990 DI DESA BERAHAN WETAN KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK) )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (PLOBLEMATIKA PENERIMAAN AKTA NIKAH BAGI PASANGAN NIKAH “YANG TERCATATKAN” (STUDI KASUS PERKAWINAN TAHUN 1981-1990 DI DESA BERAHAN WETAN KECAMATAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK) )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (618kB)

Abstract

ABSTRAK Dalam hukum Islam, perkawinan tidak hanya sekedar hubungan keperdataan yang bersifat duniawi semata, tetapi juga mencakup hubungan lahir batin dengan suatu nilai kesakralan tersendiri yaitu sebagai ibadah kepada Allah swt. Dalam melakukan perkawinan hendaknya memenuhi rukun dan syarat yang telah ditentukan oleh agama. Dalam UU No. 1 Tahun 1974 Pasal 1 disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan untuk membentuk kelurga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa. Adapun pasal 2 dijelaskan bahwa perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilaksanakan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan pertama dari pencatatan perkawinan adalah kepastian hukum dan tertib administrasi serta untuk melindungi hak-hak suami isteri jika terjadi persengketaan. Dengan demikian, perkawinan yang tidak memiliki akta nikah setelah beberapa waktu, menemui kesulitan ketika terjadi perceraian atau pembuatan akta kelahiran yang diakibatkan dari perkawinannya, sehingga mereka mengajukan permohonan isbatnya ke Pengadilan Agama demi kepastian hukum perkawinan mereka. Berdasarkan keterangan yang penyusun dapatkan dari masyarakat desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak, bahwa banyak pasangan suami isteri yang menikah tahun 1981-1990, tidak memiliki akta nikah maupun kutipan akta nikah. Dari sinilah penyusun merasa tertarik untuk melakukan penelitian terhadap problematika yang menjadi faktor penghambat dalam penerimaan akta nikah tersebut dan upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak KUA dan pasangan nikah serta tinjauan hukum Islam dan Hukum Positif dalam kasus yang dihadapi oleh masyarakat tersebut. Skripsi ini merupakan penelitian lapangan (field research), yaitu penyusun datang langsung ke tempat penelitian untuk mengkaji dari sisi hukum Islam dan hukum positif tentang problematika pencatatan perkawinan yeng mengakibatkan pasangan nikah quot;yang tercatatkan quot; tidak memiliki akta nikah, dengan sifat deskriptif-analitik, yaitu penyusun mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap kasus atau fenomena tersebut. Sedangkan pendekatan yang penyusun gunakan adalah pendekatan yuridissosiologis yaitu pendekatan yang digunakan untuk mengetahui adanya peraturan perundangundangan yang berlaku, dan menggambarkan keadaan masyarakat lengkap dengan struktur, lapisan, serta berbagai gejala sosial lainnya. Dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa faktor-faktor penghambat dalam penerimaan akta nikah adalah kelalaian (oknum) PPN atau kurangnya rasa tanggungjawab dalam melaksanakan tugas, minimnya pengetahuan masyarakat tentang hukum perkawinan Islam maupun hukum positif, lemahnya pengawasan birokrasi dan penerapan sanksi terhadap pelanggaran perkawinan serta letak geografis Desa Berahan Wetan itu sendiri. Upaya-upaya yang dilakukan pihak KUA yakni dengan memberikan duplikat akta nikah bagi pasangan yang benar-benar telah terdaftar di buku Register Perkawinan. Bagi yang tidak tetdaftar, KUA menyarankan untuk mengajukan isbat nikah di PA. Upaya pasangan nikah mencari akta nikah ke KUA, tidak mendapatkan hasil. Mereka hanya pasrah menerima keadaan ini. Menurut hukum Islam, pencatatan perkawinan bukanlah termasuk syarat atau rukun nikah. Menurut hukum positif, pencatatan perkawinan bertujuan sebagai upaya dalam rangka penertiban hukum, yang berpengaruh terhadap sah tidaknya suatu perkawinan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Hj. FATMA AMILIA, S.Ag., M. Si. Drs. SLAMET KHILMI, M. Si.
Uncontrolled Keywords: studi kasus perkawinan, akta nikah
Subjects: Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2012 12:56
Last Modified: 07 Apr 2016 08:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3455

Actions (login required)

View Item View Item