HUKUM MAHRAM MENURUT MAJELIS TARJIH DAN TAJDID MUHAMMADIYAH DAN LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU

MUHAMMAD SYAHDAN, NIM. 13360010 (2019) HUKUM MAHRAM MENURUT MAJELIS TARJIH DAN TAJDID MUHAMMADIYAH DAN LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (HUKUM MAHRAM MENURUT MAJELIS TARJIH DAN TAJDID MUHAMMADIYAH DAN LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU)
13360010_BAB-I_IV-atau-_BAB V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (HUKUM MAHRAM MENURUT MAJELIS TARJIH DAN TAJDID MUHAMMADIYAH DAN LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU)
13360010_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Di antara kegiatan yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan manusia adalah melakukan suatu perjalanan, dalam sebuah perjalanan selain membutuhkan bekal dan tenaga, di dalam Islam telah diatur bagi seorang perempuan yang ingin melakukan suatu perjalanan disyaratkan disertai oleh mahramnya. Pembahasan tentang perempuan yang ingin melakukan suatu perjalanan memiliki perbedaan dikalangan para ulama, termasuk di Indonesia juga memiliki perbedaan pendapat terkait masalah syarat mahram bagi perempuan yang ingin melakukan suatu perjalanan. Hal ini terlihat dari perbedaan dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia yang ikut menjawab persoalan tersebut yaitu Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dan Lajnah Bahtsul Masail NU. Penelitian ini akan membahas pandangan dari Majelis Tarjih dan TajdidMuhammadiyah dan Lajnah Bahtsul Masail NU tentang hukum mahram tersebut. Penelitian ini adalah Library Research yaitu penelitian yang mengambil dan mengolah datanya dari sumber kepustakaan. Pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan normatif, yaitu pendekatan terhadap masalah yang diteliti dengan mengkaji berdasarkan pandangan hukum Islam, baik berasal dari al-Qur’an, Sunnah, atau sumber hukum yang diakui oleh syara’ dan kaidah-kaidah fiqhiyyah yang berkaitan. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif, yaitu penelitian yang berusaha memberikan gambaran secara sistematis bagaimana pandangan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah dan Lajnah Bahtusl Masail tentang hukum mahram, kemudian menganalisis dengan membandingkan kedua pandangan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah memandang bagi seorang perempuan yang keluar dari rumahnya baik untuk melakukan perjalanan atau yang lainnya harus ditemani oleh mahramnya atau suaminya, jika tidak adanya mahram atau suami yang dapat menemaninya, maka hajat keluarnya ia dari rumahnya haruslah dibenarkan oleh syara’ dan adanya keamanaan yang menyertainya. Adapun Lajnah Bahtsul Masail NU memandang bahwa keluarnya perempuan dari rumahnya harus meminta izin dari suami atau walinya, jika keluarnya perempuan dari rumahnya menjadi sebab datangnya fitnah maka hukumnya makruh, sedangkan keluarnya ia dari rumahnya haruslah keperluan yang dibenarkan oleh syara’. Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammdiyah menggunakan dua dalil yang terlihat bertentangan (Ta’a>rudl al-adillah) dan menggunakan al-Jam’u wa at-Tawfi>q sebagai metodenya, yaitu mengompromikan dalil-dalil yang ada tanpa meninggalkan salah satu di antaranya. Adapun Lajnah Bahtsul Masail menjadikan metode “bermazhab secara qauli” sebagai jalan dalam mengambil keputusannya, yaitu dengan cara mengambil qaul yang sudah ditetapkan oleh ulama sebelumnya, sedangkan qaul ulama sebelumnya menjadikan metode qiyas sebagai penetapan hukumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: H. WAWAN GUNAWAN, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Qiyas, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, Lajnah Bahtsul Masail NU
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 15 Apr 2019 06:46
Last Modified: 15 Apr 2019 06:46
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/34612

Actions (login required)

View Item View Item