KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN POLITIK ABDURRAHMAN WAHID DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

JAENAL ABIDIN - NIM. 05370011, (2010) KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN POLITIK ABDURRAHMAN WAHID DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN POLITIK ABDURRAHMAN WAHID DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO)
BAB I,IV.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (KONSEP KEBEBASAN BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF KEBIJAKAN POLITIK ABDURRAHMAN WAHID DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO)
BAB II,III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (392kB)

Abstract

ABSTRAK Agama adalah sendi kehidupan bagi umat manusia yang meyakini adanya Tuhan. Apapun bentuk Tuhan yang diyakininya, Ia tetaplah Tuhan yang diagungkan. Oleh kerana itu, beragama adalah hak azasi manusia yang paling azasi, yang siapapun tidak berhak melarangnya, bahkan negara sekalipun. Sehingga negara harus memberikan ruang bagi kebebasan beragama. Dalam Islam, kebebasan beragama diatur langsung oleh Allah dalam al-Qur'an, dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Dan di Indonesia, hal ini sudah tertuang dalam hukum, baik dalam Pancasila, UUD 1945, UU HAM 1999, maupun dalam Keputusan Presiden Tahun 2000. Searah dengan itu, di Indonesia beragama merupakan bagian penting dalam berbangsa dan bernegara. Kerena, negara Indonesia bukanlah negara Komunis yang anti agama. Sehingga semua warga negara diwajibkan untuk memilih agama dan bebas menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakininya. Inilah sesungguhnya politik agama. Dimana agama menjadi simbol kekuasaan dan legitimasai, sekaligus alat kekuasaan. Dan hukum kebebasan beragama itu merupakan produk politik, atau kebijakan politik yang salalu berubah setiap masa pemerintahan. Dari latar belakang ini menjadi sangat menarik untuk dikaji bagaimana konsep kebijakan politik Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono dalam menagani masalah kebebasan beragama? Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan terfokus pada deskriptif-analisis. Sifat yang digunakan adalah pendekatan sosio-historis dengan menjelaskan masalah yang dikaji dan berlandaskan hukum yang merupakan bentuk kebijakan politik. Selanjutnya dalam penelitian ini, data dianalisis dengan metode kualitatif melalui analisa deduksi dan komparasi. Dalam hal ini produk hukum yang memayungi masalah kebebasan beragama. Semantara komparasi dimaksudkan untuk membandingkan kebijakan politik Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa, dalam Islam memberikan kebebasan beragama seluas-luasnya pada non-Muslim (dzimmi). Karena hal itu merupakan Syari'at Islam yang telah di tegaskan dalam al-Qur'an dan al-Hadis. Hal ini terdapat juga dalam hukum di Indonesia, baik dalam UUD 1945 maupun UU HAM 1999. Namun, dalam kebijakan politik kebebasan beragama sering dilanggar, terutama pada aliran kepercayaan yang dianggap sesat. Selain itu, konsep kebebasan beragama yang diterapkan dalam kebijakan politik oleh Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono tidak menjangkau kebebasan beragama yang seluas-luasnya bagi aliran kepercayaan. Kemudian, terdapat persamaan diantara keduanya dalam memberikan kebebasan bagi agama Konghucu yang ditetapkan sebagai salah satu agama resmi di Indonesia. Dan kebijakan politiknya tersebut tidak dapat terlepas dari upaya pemerintah untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi. Adapun perbedaannya yaitu dalam meyikapi kebebasan bagi Aliran Kepercayaan YME, yang di anggap tidak masuk dalam agama. Abdurrahman Wahid tidak membuat kebijakan mengenai Aliran Kepercayaan. Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono melarang kebebasan yang bertentangan dengan kebebasan agama lain. Hal ini dapat dilihat dari dikeluarkannya Surat Keputusan Berasama (SKB) tiga menteri tentang Ahmadiyah yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam. Dan jika dilihat dari dampak diberikanya kebebasan beragama bagi agama Konghucu, maka dampak positifnya lebih banyak daripada dampak negatifnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Cth. Pembimbing : Dr. AHMAD YANI ANSHORI., Drs. M. RIZAL QOSIM, M.Si.,
Uncontrolled Keywords: konsep kebebasan beragama, kebijakan politik, Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yudhoyono
Subjects: Politik Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Jinayah Siyasah (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2012 10:28
Last Modified: 22 Apr 2016 04:10
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3470

Actions (login required)

View Item View Item