PRAKTEK JUAL BELI SUMBER AIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA NGADITIRTO KECAMATAN SELOPAMPANG KABUPATEN TEMANGGUNG)

M. ADIB MUBAROK - NIM. 04380046, (2010) PRAKTEK JUAL BELI SUMBER AIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA NGADITIRTO KECAMATAN SELOPAMPANG KABUPATEN TEMANGGUNG). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PRAKTEK JUAL BELI SUMBER AIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA NGADITIRTO KECAMATAN SELOPAMPANG KABUPATEN TEMANGGUNG) )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (892kB) | Preview
[img] Text (PRAKTEK JUAL BELI SUMBER AIR DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI DI DESA NGADITIRTO KECAMATAN SELOPAMPANG KABUPATEN TEMANGGUNG) )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (202kB)

Abstract

ABSTRAK Di dunia modern ini transaksi jual-beli berkembang sangat pesat, baik dalam bentuk barang yang diperjual-belikan, tempat atau media jual beli, bahkan sighat akad jual-beli yang quot;dipermainkan quot; agar akad tersebut sah menurut hukum. Sedangkan akad itu sendiri mempunyai bermacam bentuk baik dilihat dari segi sifatnya, maupun dari wataknya. Macam akad dari segi wataknya memiliki beberapa ketentuan yang antara lain adalah akad itu bersandar kepada waktu mendatang, juga akad bersyarat. Sebenarnya fenomena penjualan quot;mata air quot; yang dilakukan oleh sebagian masyarakat pedesaan di daerah Selopampang ini terhitung lama, namun dampaknya mulai dirasakan setelah dua tahun terahir ini, yakni debit air yang ada di irigasi berkurang sehingga para petani merasa kualahan mendapatkan air untuk mengairi sawahnya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela bermalam di sawah demi untuk pemenuhan kebutuhan air bagi padi mereka. Meskipun akad yang tertulis adalah jual beli sebidang tanah, dan tidak tertulis beserta kandungan yang terdapat didalamnya, akan tetapi air yang keluar dari lahan tersebut yang dahulunya mengalir ke sungai yang digunakan untuk kebutuhan pertanian masyarakat, kini dikuasai oleh pembeli tanah tersebut di atas untuk kebutuhan rumah tangganya sendiri. Dengan penelitian ini penulis akan mencoba mencari aspek hukum Islam terkait akad yang dilakukan, apakah jual beli tersebut sesuai dengan ketentuan Syariat Islam, apakah dibenarkan, dibolahkan, atau malah bertentangan? Kemudian kapan transaksi itu dibolehkan, juga kapan akad itu diharamkan. Penelitian ini merupakan hasil observasi dari daerah yang diamati penulis, yaitu Desa Ngaditirto Kecamatan Selopampang Kabupaten Temanggung terkait praktek jual beli sumber air yang dilakukan warga masyarakat tersebut dengan juga dengan interview kepada masyarakat yang terkait untuk mendapatkan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa sebagian besar warga masyarakat Desa Ngaditirto yang melakukan transaksi jual beli sumber air menggunakan akad jual beli tanah sebagai khillah dari praktek jual beli sumber air karena pada hakekatnya jual beli sumber air bertentangan dengan aturan agama dan aturan perundang-undangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa air merupakan kekayaan alam yang harus dijaga kelestarianya, dan dikelola secara bersama. Akad jual beli sumber air di Desa Ngaditirto belum sesuai dengan aturan syar'i Islami karena tidak menghiraukan warga lain yang membutuhkan air tersebut, juga akad jual beli di Desa Ngaditirto ini sah dibwah tangan Karena transaksi jual belinya tidak dinotariskan atau didaftarkan kepada dinas yang berwenang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : DR. HAMIM ILYAS, M. Ag., FATHURROHMAN, S. Ag., M. Si.
Uncontrolled Keywords: perspektif hukum Islam, jual beli air
Subjects: Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Aug 2012 13:05
Last Modified: 17 May 2016 04:06
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3484

Actions (login required)

View Item View Item