SEKS DALAM TASAWUF (Studi Terhadap Pemikiran Imam Ghazali)

SAIT SETYO HADI NIM : 01510846, (2010) SEKS DALAM TASAWUF (Studi Terhadap Pemikiran Imam Ghazali). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (SEKS DALAM TASAWUF (Studi Terhadap Pemikiran Imam Ghazali) )
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (676kB) | Preview
[img] Text (SEKS DALAM TASAWUF (Studi Terhadap Pemikiran Imam Ghazali) )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (187kB)

Abstract

ABSTRAK Tidak ada yang seperti seks. Seks adalah sesuatu yang begitu tua dan fenomenal. Dalam dunia manusia, seks memiliki peran yang tak tergantikan. Seks tidak hanya bermakna reproduktif, di mana manusia kemudian mampu terus mempertahankan eksistensi kebaradaannya. Begitulah, seks bagi manusia memiliki peran yang begitu penting dan tak tergantikan. Hanya saja sejauh itu seks agaknya masih tetap menjadi tema marginal yang dipandang tidak penting. Seks itu sesuatu yang begitu naluriah dan instinktual. Untuk memahami definisinya, seseorang mungkin harus membuka buku dan mempelajari. Akan tetapi untuk melakukannya siapa pun tidak sepertinya perlu belajar. Begitulah anggapan yang diyakini setiap orang. Akibatnya meski seks begitu teramat tua, namun pemahaman manusia akan seks tetap tidak banyak mengalami perkembangan. Dalam banyak kesempatan, seks bahkan terus menjadi dilema yang nyaris tak terpecahkan. Di satu sisi setiap orang mungkin menerima seks sebagai sesuatu yang menyenangkan, akan tetapi bersamaan dengan itu, seks juga ternyata juga disadari sebagai sesuatu yang hina. Pemikiran ini terlihat begitu nyata terutama dalam tasawuf. Dimana seks disadari sebagai sesuatu yang justru akan membuat manusia semakin jauh dari kesucian. Dalam tasawuf hasrat seks adalah hawa nafsu yang mesti diperangi. Tubuh dipandang hina, ada pun jiwa dipandang suci. Akibatnya dalam Islam, tanpa pengeculian pun, 'seks' selalu dipandang sebagai sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan nilai-nilai kesucian. Beberapa kalangan menganggap hal ini disebabkan pula oleh kuatnya pengaruh al-Ghazali yang konon telah pula memandang manusia sebagai makhluk yang juga monodualistik, yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Konon, sebab al-Ghazali itulah, seks dalam Islam hadir sebagai sesuatu yang selalu disadari secara marginal. Berangkat dari itulah, penelitian ini tertarik menelusuri lebih jauh tentang bagaimana tubuh dan jiwa menurut al-Ghazali, serta bagaimana sesungguhnya seks dalam pandangan al-Ghazali. Dari itu dengan melakukan berbagai telaah pada karya-karya al-Ghazali, penulis menemukan betapa menurut al-Ghazali tubuh dan jiwa adalah dua hal yang bisa tidak bisa didikotomisasikan, bahwa salah satu di antara keduanya jauh lebih suci. Bagi al-Ghazali jiwa memliki sifat yang sama sebagaimana tubuh, ia bukanlah sesuatu yang abadi. Jiwa di mata al-Ghazali tidaklah abadi atau suci. Dari itu jika jiwa dan tubuh harus dinilai kesuciannya, maka menurut al-Ghazali kesucian tubuh dan jiwa bersifat sama potensialnya. Artinya kesucian tersebut bukan sesuatu yang bersifat mutlak melainkan temporal. Di suatu waktu, jiwa bisa suci dan di waktu lain, sebagaimana tubuh jiwa juga bisa menjadi tidak suci sama sekali. Dari itu sifat kesucian jiwa sama potensialnya dengan sifat suci tubuh. Ada pun seks , al-Ghazali adalah sesuatu hal yang suci dan mulai. Hanya saja karena kesucian jiwa dan tubuh bersifat potensial, maka seks sebagai gerak yang atau tindakan yang melibatkan keduanya secara bersamaan, dalam aktualitasnya juga memiliki kesucian yang potensial. Meski secara hakikat ia bagian dari sesuatu yang memang telah Tuhan tetapkan, akan tetapi kualitas suci bagi sebuah persetubuhan bukan akan diperoleh oleh mereka yang telah melakukan pensucian baik tubuh atau pun jiwa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Sudin, Mhum. Fahruddin Faiz Mag.
Uncontrolled Keywords: Tasawuf, Seks
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Aug 2012 13:19
Last Modified: 04 Aug 2016 04:22
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3491

Actions (login required)

View Item View Item