TRADISI ZIARAH MAKAM JUM'AT KLIWON DI DESA KAPULOGO, KECAMATAN KEPIL, KABUPATEN WONOSOBO

MUTHOHAROH - NIM. 05120010, (2010) TRADISI ZIARAH MAKAM JUM'AT KLIWON DI DESA KAPULOGO, KECAMATAN KEPIL, KABUPATEN WONOSOBO. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TRADISI ZIARAH MAKAM JUM'AT KLIWON DI DESA KAPULOGO, KECAMATAN KEPIL, KABUPATEN WONOSOBO)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TRADISI ZIARAH MAKAM JUM'AT KLIWON DI DESA KAPULOGO, KECAMATAN KEPIL, KABUPATEN WONOSOBO)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (288kB)

Abstract

Desa Kapulogo terkenal memiliki tradisi keagamaan yang kental, dengan kegiatan yang bernuansa religius seperti, tahlilan, berjanji, ziarah makam dan pengajian. Kegiatan tersebut sampai sekarang tetap dilestarikan dan berkembang di masyarakat. Adanya tradisi ziarah makam Jum'at Kliwon tersebut merupakan bukti betapa kentalnya religius ini dan dijadikan obyek penelitian. Penelitian ziarah makam ini adalah penelitian lapangan yaitu penelitian yang mengungkapkan fakta yang ada di lapangan berdasarkan pengamatan dan wawancara juga tidak lepas dari data pustaka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian budaya dengan jenis pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian mengunakan data deskriptif ucapan, tulisan dan pelaku yang diamati dari masyarakat (subyek) itu sendiri. Sedangkan teori yang di pakai dalam penelitian ini adalah fungsionalisme struktural yang di pelopori oleh Radcliffe-Brown. Ia berpendapat bahwa setiap analisis budaya itu harus sampai pada makna dan fungsi dalam kaitannya dengan kebutuhan dasar semua masyarakat. Ziarah berasal dari bahasa Arab 'ziyarah' yang secara etimologis berarti kunjungan. Sedangkan tradisi ziarah di Desa Kapulogo adalah salah satu bentuk ritual yang mempunyai tujuan untuk mengingatkan manusia kepada arwah para leluhur, kedua orang tua, dan keluarga yang telah banyak berjasa bagi mereka. Banyak hal yang perlu dijadikan pelajaran dari orang-orang yang telah meninggal, supaya seluruh peziarah ingat tentang kematian hatinya menjadi lembut, hatinya menangis karena takut kepada Allah dan kehidupan mereka menjadi lebih baik dari pada sebelumnya. Itu semua tentu akan memberikan dampak positif dalam kehidupan, mewariskan sikap zuhud terhadap dunia dan materi. Keunikan tradisi ini adalah ziarah makam ini hanya dilaksanakan setiap Jum'at Kliwon. Menurutkeyakinan masyarakat Kapulogo, setiap Jum'at Kliwon para arwah diberi kebebasan pulang ke rumah masing-masing, oleh karena itulah anak cucunya harus mendoaknnya supaya mereka senang di alam kuburnya. Selain itu, sebelum melaksanakan ziarah makam mereka terlebih dahulu mandi atau wudlu di Kali Petong. Air Kali Petong ini tidak pernah kering walaupun musim kemarau melanda. Peneliti mengambil tradisi ziarah makam Jum'at Kliwon karena semua masyarakat Kapulogo melaksanakan tradisi tersebut, namun sebagian dari mereka balum mengetahui makna dibalik tradisi yang telah mereka lakukan, yang mereka ketahui hanya mengetahui sebatas ritual yang harus dilaksanakan sebagai warisan leluhur. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas, peneliti ingin mengajukan pertanyaan yang disampaikan dalam melakukan penelitian. Peneliti membatasi rumusan masalah, salah satunya adalah Bagaimana makna dan fungsi ziarah makam Jum'at Kliwon bagi masyarakat Kapulogo serta bagaimana persepsi masyarakat Kapulogo tentang ziarah Jum'at Kliwon.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Ali Sodiqin M.Ag.
Uncontrolled Keywords: tradisi ziarah, tradisi keagamaan, ritual
Subjects: Sejarah Peradaban / Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Ilmu Budaya > Sejarah Kebudayaan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 16 Aug 2012 11:02
Last Modified: 21 Dec 2016 06:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3535

Actions (login required)

View Item View Item