KARAKTERISTIK METODOLOGI TAFSIR MA 'ANI AL-QUR 'ANKARYA AL-FARRA'

Abdul Aziz, NIM. 98532649 (2006) KARAKTERISTIK METODOLOGI TAFSIR MA 'ANI AL-QUR 'ANKARYA AL-FARRA'. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (KARAKTERISTIK METODOLOGI TAFSIR MA 'ANI AL-QUR 'ANKARYA AL-FARRA')
98532649, BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (KARAKTERISTIK METODOLOGI TAFSIR MA 'ANI AL-QUR 'ANKARYA AL-FARRA')
98532649 BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (13MB)

Abstract

Tafsir dan takwil merupakan upaya dan ikhtiar alami manusia untuk memahami pesan Ilahi yang terekam dalam al-Qur'an. Kedua upaya tersebut ditujukan untuk menurunkan nilai dan maksud Ilahi ke dalam nilai-nilai praksis kehidupan. Namun, karena wacana-wacana tekstual al-Qur'an dalam mengintrodusir nilai-nilai Islam tersebut memungkinkan dipahami berbeda oleh masing-masing mufasir, maka pluralitas tafsir pun tak dapat terhindarkan. Metode tafsir linguistik dan sastra, misalnya. Metode ini lahir karena menganggap bahwa bahasa dan sastra al-Qur'an merupakan absolute beauty (afsaf)u asiillb al-Jugawiyyah wa al-baliigiyyah) dari semesta sastra non-wahyu yang ada. Mulai dari diksi, gaya tutur, struktur kal imat, efek fonetik yang ditimbulkan, hingga pesona-pesona lainnya yang menunjukkan keindahannya. Banyaknya tafsir yang mereduksi dan mendistorsi (taf)rlf) lafal dan makna alQur'an di kalangan mufasir, pun menjadi argumen asasiah lain bagi al-Farra' untuk menggunakan metode ini dalam magnum opusnya, Ma 'iinl al-Qur'iin. Metode ini meniscayakan pendekatan linguistik dan susastra dengan mendekati al-Qur'an sebagai teks. Bagi al-Farra', penetapan al-Qur'an sebagai teks ini bukan berarti bahwa al-Qur'an adalah sebuah teks biasa atau menyerupai teks-teks biasa gubahan manusia. Sebaliknya, ia tetap kitab suci dan teks ilahiah yang autentik. Penetapan sebagai teks hanyalah sebuah media untuk mendekatinya secara ilmiah melalui upaya takwil, yang meniscayakan pendekatan dan metode analisis susastra. Dalam hal ini, al-Farra' mencoba berpijak pada dua sasaran utama ketika menakwilkan teks-teks al-Qur'an. Pertama, ia mencoba meletakkan status tekstualitas al-Qur'an dengan melihat karakter dasarnya yang metatekstual dan self referential. Kedua, untuk menentukan suatu pemahaman yang obyektif terhadap pemahaman teks tersebut agar kejelasan makna (Jifii/1 al-ma 'na) dapat terwujud. Adapun mekanisme pendapatan makna yang dilakukan al-Farra' dalam kitabnya adalah: pertama, analisis terhadap struktur kalimat dan frasa (mikrostruktur). Kedua, analisis stilistika al-Qur'an, yakni bagaimana bentuk ungkapan kalimat. Ketiga, analisis semantik, yaitu bagaimana pilihan kata (diksi) dan kosakata yang digunakan oleh al-Qur'an untuk mengetahui bagaimana makna dasar dan makna relasional. Namun, upaya konsistensi al-Farra' terhadap obyek yang menjadi fokus tafsirannya di dalam kitab Ma'iinl al-Qur'iin tersebut justru berimplikasi pada bahasannya dalam porsi yang besar terhadap unit-unit atau partikel-partikel tertentu saja yang dianggapnya sebagai problem i 'riib. Hal itu sekal igus mengesankan penepiannya terhadap fungsi holistik al-Qur'an.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. H.M Yusron Asrofi, MA
Uncontrolled Keywords: Tafsir dan takwil - al Qur'an
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 04 Jul 2019 02:49
Last Modified: 04 Jul 2019 02:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/35452

Actions (login required)

View Item View Item