ISTIGOSAHDALAM AL-QURAN Sebuab kajian tematik

AHMADNAUFAL, NIM. 01530817 (2006) ISTIGOSAHDALAM AL-QURAN Sebuab kajian tematik. Skripsi thesis, UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (ISTIGOSAHDALAM AL-QURAN Sebuab kajian tematik)
01530817..BAB I, IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img] Text (ISTIGOSAHDALAM AL-QURAN Sebuab kajian tematik)
01530817..BAB II, III.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (10MB)

Abstract

Istigosah sebagai representasi dari doa merupakan sebuah bentuk ritual keberagamaan sering dilaksanakan oleh kaum muslimin di Indonesia dengan berbagai macam bentuk, tujuan dan kepentingan. Karena itulah sebagai umat islam yang menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama dalam berbagai permasalahan perlu mencari dalil-dalil Al-Quran yang menjelaskan bahwa istigosah adalah bentuk ritual yang diajarkan oleh islam. Penelitian tentang istigosah ini memunculkan sebuah permasalahan pokok yaitu bagaimana pengertian istigosah dalam Al-Quran. Metode dari penelitian ini adalah tematik, yaitu menghimpun ayat-ayat Al-Quran yang mempunyai maksud yang sama dalam arti sama-sama membicarakan satu topik masalah dan menyusunnya berdasarkan kronologi serta sebab turunnya ayat tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir, yaitu mencari pendapat para mufasir tentang istigosah ini. Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan keterangan dari AlQuran bahwa istigosah adalah sebuah usaha yang dilakukan dengan sungguhsungguh untuk mengharap bantuan atau melepaskan diri dari segala bencana dan kesulitan yang menimpa seseorang. Terdapat 8 ayat dalam al-Quran yang menyebutkan kata "istigasah" dalam berbagai bentuk (isytiqiq)-nya, namun hanya ada empat peristiwa permohonan pertolongan yang dinyatakan dengan kata "istigosah". Tiga istigosah ditujukan kepada Allah untuk kasus dan peristiwa yang berbeda, sedangkan satu istigosah lagi disebutkan berkaitan dengan Nabi Musa a.s. Dalam Al-Quran ini diceritakan istigosah itu tidak akan muncul kecuali disebabkan adanya kesusahan, kegelisahan, dan atau kedukaan yang sangat (Syiddah). Inilah yang membedakan antara istigosah dengan beberapa ibadah lainnya. Dalam bentuk isim ma~ar yakni gai~ istigosah bermakna hujan. Ini terdapat pada Q.S. Luqman (31) : 34, Al- Syiira (42) : 28, dan Al- Hadid (57) : 20, sedangkan dalam bentuk fi'il mulfiri' majhiil yakni yugisu bermakna diberikan minuman. Ini terdapat pada Q.S. Kahfi [18] : 29. Sedangkan pada Q.S. Yusuf [12] : 49 bermakna diturunkannya hujan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs. Mahfudz Masduld M.A.
Uncontrolled Keywords: Istigosah
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 16 Jul 2019 06:53
Last Modified: 16 Jul 2019 06:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/35737

Actions (login required)

View Item View Item