HAK-HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT JAWA)

RIZKI NURISMARINI HADI, NIM. 01360891 (2005) HAK-HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT JAWA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (HAK-HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT JAWA))
01360891_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img] Text (HAK-HAK REPRODUKSI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT JAWA))
01360891_BAB-II_sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Hak reproduksi adalah bagian dari hak asasi manusia dan hak yang paling esensial bagi perempuan. Hak reproduksi tersebut meliputi hak setiap pasangan atau individu untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung jawab dalam hal jumlah anak, jarak dan waktu kelahiran, hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi, hak mendapatkan informasi dan pendidikan reproduksi. Dalam Islam hak reproduksi perempuan ini sangat dijamin dan dilindungi. Hal ini dapat dilihat dari penjabaran dari hak reproduksi menurut Islam, yaitu hak jaminan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan proses vital reproduksi, hak jaminan di luar proses vital reproduksi, serta hak ikut mengambil keputusan yang menyangkut kepentingan perempuan yang berkaitan dengan proses reproduksi. Sementara di kalangan masyarakat masyarakat priyayi di Y ogyakarta dan Surakarta, dirasa bel urn ada jaminan dan perlindungan yang penuh atas hak reproduksi bagi kaum perempuan. Ketika menjalankan proses reproduksinya perempuan Jawa masih merasakan dominasi yang kuat dari laki-laki, sekalipun itu sangat berhubungan dengan fungsi dan organ reproduksi yang dimilikinya. Dominasi yang kuat dari laki-laki atas hak reproduksi perempuan di Jawa ini tidak lepas dari latar belakang budaya masyarakatnya, yaitu budaya partiakhi. Penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan menggunakan pendekatan normatif, yaitu pendekatan yang diteliti dengan melihat apakah sesuatu itu menurut norma yang berlaku, berdasarkan ketentuan-ketantuan yang ada dalam syari' at Islam. Sementara yang digunakan adalah deskriptif-analisis-komparatif. Setelah membandingkan antara hukum Islam dan hukum adat Jawa dalam melihat persoalan hak reproduksi perempuan dalam perkawinan ini terungkap bahwa ada beberapa persamaan antara kedua hukum tersebut dalam melihat persoalan. Persamaan-persamaan yang ditunjukkan kedua hukum tersebut seperti dalam hal menstruasi, kehamilan dan melahirkan, menyusui, serta mendapatkan informasi kesehatan, meskipun dalam hukum adat Jawa tidak diatur secara detail. Masalah hubungan seksual, mendapatkan nafkah, dan pengambilan keputusan yang menyangkut proses reproduksinya masih menunjukkan adanya perbedaan. Islam memberikan kedudukan yang seimbang dalam hal hubungan seksual. Demikian juga Islam memberikan jaminan penuh kepada perempuan untuk mendapatkan nafkah. Dalam pengambilan keputusan, sekalipun Islam harus dimusyawarahkan tetapi pendapat perempuan sangat diperhatikan dalam menentukan keputusan. Sementara hukum adat Jawa sangat menunjukkan dominasi yang kuat terhadap proses pengambilan keputusan ini. Keputusan yang diambil menyangkut proses reproduksi ada pada kaum laki-laki.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: 1. DRS. ABD. HALIM, M.HUM 2. SITI DJAZIMAH, S.Ag.,M.SI.
Uncontrolled Keywords: Perempuan, reproduksi
Subjects: WANITA DALAM ISLAM
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 18 Jul 2019 09:38
Last Modified: 18 Jul 2019 09:38
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/35836

Share this knowledge with your friends :

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum