TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP REALISASI AKAD TABARRU' JIKA TERJADI KLAIM MENINGGAL DUNIA SEBELUM MASA PERJANJIAN ASURANSI BERAKHIR (STUDI KASUS DI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 KANTOR CABANG ASURANSI JIWA SYARI'AH YOGYAKARTA)

QURROTU'AINI MU'AWANAH - NIM. 05380006, (2010) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP REALISASI AKAD TABARRU' JIKA TERJADI KLAIM MENINGGAL DUNIA SEBELUM MASA PERJANJIAN ASURANSI BERAKHIR (STUDI KASUS DI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 KANTOR CABANG ASURANSI JIWA SYARI'AH YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP REALISASI AKAD TABARRU' JIKA TERJADI KLAIM MENINGGAL DUNIA SEBELUM MASA PERJANJIAN ASURANSI BERAKHIR (STUDI KASUS DI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 KANTOR CABANG ASURANSI JIWA SYARI'AH YOGYAKARTA) )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP REALISASI AKAD TABARRU' JIKA TERJADI KLAIM MENINGGAL DUNIA SEBELUM MASA PERJANJIAN ASURANSI BERAKHIR (STUDI KASUS DI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 KANTOR CABANG ASURANSI JIWA SYARI'AH YOGYAKARTA) )
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (410kB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan usaha perasuransian banyak perusahaan asuransi konvensional yang juga membuka divisi atau unit asuransi syari'ah. Asuransi syari'ah dalam cara pembagian keuntungan pengelolaan dana peserta asuransi dilakukan dengan prinsip bagi hasil (profit and loss sharing) yang pengelolaan dananya tidak mengandung unsur maghrib (maisir), (garar), dan (riba). Mekanisme pengelolaan dana peserta (premi) terbagi menjadi 2 sistem, yaitu: 1. Sistem yang mengandung unsur tabungan yang disebut dana investasi, dan 2. Sistem yang tidak mengandung unsur tabungan yang disebut dana tabarru' yaitu rekening yang disediakan untuk kebaikan berupa pembayaran klaim kepada ahli waris jika di antara peserta ada yang meninggal dunia. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penerapan akad tabaru', pengelolaan dananya, nilai tunai polis apabila peserta meninggal dunia yang diterapkan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Syari'ah Yogyakarta apakah telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan hukum Islam. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif dan dianalisis berdasarkan data di lapangan kemudian diperbandingkan dengan ketentuan fatwa dari DSNMUI dan dengan normatifitas hukum Islam. Data-data yang dianalisis dengan pendekatan deduktif, yaitu data-data yang bersifat umum dianalisis. Maka dalam penerapan akad tabarru' dan pengelolaan dana investasi peserta yang dipisah menjadi rekening tabungan (mudarabah) dan rekening khusus (tabarru') masih menggunakan sistem konvensional yaitu peserta akan memperoleh uang pertanggungan jika terjadi peristiwa atau bencana sebagai pengganti dari premi-premi yang dibayarkannya, dan tidak sesuai dengan prinsip syari'ah, karena saat mengajukan menjadi peserta asuransi produk asuransi jiwa perorangan syari'ah mengharuskan memberikan hasil medical chek up apabila terbukti sakit maka peserta ditetapkan menambah tarif premi tabarru'. Penghitungan nilai tunai polis jika peserta meninggal dunia sebelum masa perjanjian asuransi berakhir dan terjadi defisit dana klaim, sumber dana klaim tidak murni dari rekening tabarru' dan sumber dana tersebut dari dana pinjaman bank yang telah disetujui AJB Bumiputera 1912 pusat, lalu dikembalikan dari dana tabarru' setiap ada peserta yang menjadi peserta baru di AJB Bumiputera 1912 Syari'ah. Ketetapan tersebut telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI No: 53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru' pada Asuransi dan Reasuransi Syari'ah, apabila terjadi defisit underwriting atas dana tabarru' (defisit tabarru'). Dengan demikian penerapan akad tabarru', dan pengelolaan dana di AJB Bumiputera 1912 Syari'ah Yogyakarta tidak sesuai dengan prinsip syari'ah, dan norma-norma hukum Islam, karena masih sistem konvensional dan adanya unsur maisir dan garar dalam pengelolaan dananya. Penyelesaian nilai tunai polis jika peserta meninggal dunia sebelum masa perjanjian asuransi berakhir dan terjadi defisit dana klaim telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI No: 53/DSN-MUI/III/2006.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : PROF. DR. H. SYAMSUL ANWAR, M.A., ABDUL MUGHITS, S.Ag., M.A
Uncontrolled Keywords: akad tabarru, asuransi, tinjauan hukum Islam
Subjects: Ekonomi Islam
Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 18 Sep 2012 10:50
Last Modified: 24 May 2016 03:55
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3600

Actions (login required)

View Item View Item