PERAN 12 RASUL DALAM AGAMA KRISTEN KATOLIK

MAMBA'UL BAHRI, NIM: 01520513 (2006) PERAN 12 RASUL DALAM AGAMA KRISTEN KATOLIK. Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (PERAN 12 RASUL DALAM AGAMA KRISTEN KATOLIK)
01520513_BAB_I_BAB_TERAKHIR_DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (PERAN 12 RASUL DALAM AGAMA KRISTEN KATOLIK)
01520513_BAB_II_S.D_BAB_SEBELUM_TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (13MB)

Abstract

Peranan dan kedudukan Rasul yang sangat fundamental dalam perkembangan agama-agama Semit merupakan latar belakang yang menjadikan penulis ingin berusaha untuk menggali sejauh mana pengaruhnya terhadap para pemeluknya, terutama dalam Agama Katolik. Melihat latar belakang tersebut serta belum banyak yang membahas secara mendalam mengenai persoalan tersebut dalam kacamata Ilmu Perbandingan Agama, maka penulis mengangkat masalah tersebut sebagai pokok permasalahan. Rasul merupakan utusan Tuhan, tugas mereka adalah menyampaikan wahyu kepada umatnya. Dalam agama Katolik kedudukan Rasul ini mempunyai pengaruh yang sangat besar, karena mereka sebagai teman Yesus Kristus dalam pewartaan kerajaan Allah sekaligus sebagai saksi atas kebangkitan-Nya. Atas kesaksian para Rasul inilah perkembangan agama Katolik mulai berkembang. Para Rasul ini dalam mewartakan agama Katolik Dalam menjalani pewartaan tersebut 12 Rasul ini melalui dua periode yaitu periode ketika mereka masih bersama-sama dengan Yesus Kristus dan periode ketika Yesus Kristus sudah meninggalkan mereka. Dalam periode Yesus Kristus masih hidup, 12 murid-murid tersebut merupakan sebagai teman perjalanan Yesus Kristus dalam mewartakan kerajaan Allah. Mereka duduk bersama, makan bersama dan setia sampai dengan sepeninggalnya Yesus Kristus. Mereka inilah yang disebut kelompok inti. Mereka menyelami apa yang dikerjakan oleh Yesus Kristus, baik yang berasal dari tradisi Yahudi, Taurat, maupun dari apa yang dikerjakan semua. Kemudian mereka mengikuti segala tindak tanduk yang telah dicontohkan oleh Yesus Kristus. Pemahaman tentang segala kegiatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus inilah yang akhirnya dijadikan pedoman oleh jemaat Gereja untuk menjalani hidup di dunia fana ini. Penerusan berita yang dilakukan secara terus menerus oleh para rasul ini dilanjutkan juga oleh para penerus setelah 12 rasul ini meninggal, begitu pula ketika penerus para rasul ini wafat, mereka juga digantikan oleh penerus-penerus lain. Yang demikian inilah kemudian didalam Kristen katolik lebih dikenal dengan sebutan hierarki. Hierarki merupakan ciri khas dari agama Kristen Katolik. Pada periode setelah Yesus Kristus meninggal, 12 murid-murid ini sebagai penerus pewartaan-Nya. Mereka itu ialah Andreas, Petrus, Yudas (yang memiliki tiga nama), Tomas, Bartolomeus, Yakobus, Yohanes, matius, Simon (orang Zelot), Yakobus (muda), Filipus dan Yudas Iskariot (yang mengkhianati dan digantikan oleh Matias). Dalam meneruskan pewartaan setelah kematian para Rasul ini dikenal dengan kerasulan awam, yakni meneruskan apa yang telah dilakukan oleh para Rasul, namun tidak menggantikan jabatan beliau sebagai Rasul, tetapi dalam hal fungsinya sebagai penerus pewartaan-Nya. Dalam Islam Rasul juga disebut sebagai utusan Allah sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an, namun tidak ada penerus dengan istilah yang sama sebagaimana terdapat dalam agama Katolik. Sedangkan kedudukan nabi Isa yang dianggap sebagai Tuhan oleh orang-orang Katolik ini adalah juga termasuk Rasul yang harus dipercayai oleh umat Islam, bukan sebagai Tuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Drs.H.Chumaidi Syarief Romas, M.Si
Uncontrolled Keywords: RASUL, AGAMA KRISTEN KATOLIK
Subjects: Agama Kristen (Christianity)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 08 Aug 2019 14:04
Last Modified: 08 Aug 2019 14:04
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36258

Actions (login required)

View Item View Item