ELEMEN BUDAYA JAWA DALAM RITUS KEMATIAN AGAMA KATOLIK (STUDI ATAS PAROKI GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA BACIRO)

SITI YUNAIROH, Nim: 01520830 (2006) ELEMEN BUDAYA JAWA DALAM RITUS KEMATIAN AGAMA KATOLIK (STUDI ATAS PAROKI GEREJA KATOLIK KRISTUS RAJA BACIRO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA.

[img]
Preview
Text (ELEMEN BUDAYA JAWA DALAM RITUS KEMATIAN AGAMA KATOLIK)
01520830_BAB_I_BAB_TERAKHIR_DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (3MB) | Preview
[img] Text (ELEMEN BUDAYA JAWA DALAM RITUS KEMATIAN AGAMA KATOLIK)
01520830_BAB_II_S.D_BAB_SEBELUM_TERAKHIR.pdf
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (7MB)

Abstract

Gereja Katolik Kristus Raja Baciro adalah gereja yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta tepatnya di kelurahan Baciro. Kebanyakan dari jemaat gereja adalah orang Jawa yang masih menjunjung adat istiadat budaya Jawa. Budaya Jawa sebagai warisan dari nenek moyang, sehingga mereka beranggapan bahwa tidak baik meninggalkan kebudayaan yang sudah ada. Untuk itu dalam setiap kegiatan mereka selalu memasukkan unsur kebudayaan Jawa. Mereka percaya bahwa kebudayaan yang mereka lakukan baik dan tidak bertentangan dengan pewartaan Injil. Dalam melaksanakan ritus kematian pun mereka memasukkan budaya Jawa. Ritus kematian adalah suatu kegiatan atau aktivitas manusia sebagai makhluk beragama dan berbudaya yang berusaha menjalankan serangkaian tindakan menurut adat istiadat ataupun agama dalam hal mengurus dan memberikan bantuan terhadap keluarga atau anggota yang meninggal. Sesuai dengan latar belakang itu, penelitian ini membahas tentang elemen budaya Jawa yang masuk dalam ritus kematian agama Katolik, bagaimana pelaksanaannya, dan juga apa hasil pertemuan dari ajaran Katolik dengan budaya Jawa dalam ritus kematian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses pelaksanaannya dan juga elemen budaya Jawa yang dipakai dalam ritus kematian. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) untuk memperoleh data yang obyektif, penulis menggunakan beberapa metode penelitian yaitu observasi terlibat, wawancara (interview), dan dokumentasi. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan antropologi. Setelah data terkurnpul kemudian data dianalisis dengan pola deduksi dan induksi. Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan penelitian ini mengetahui ritus kematian yang ada di Gereja Katolik Kristus Raja yang pertama ritus sebelum orang itu meninggal atau dalam keadaan sekarat dengan melakukan upacara pengurapan minyak suci, kedua aktivitas sebelum memandikan dan ritus memandikan jenazah, ketiga, ritus Busanani yaitu memakaikan pakaian adat Jawa berupa kain kebaya, surjan blangkon, selop, keris, keempat ritus sembahyang, kelima ritus sumurup atau tlusupan, keenam ritus pernakaman, ketujuh ritus selamatan yaitu pada hari 1, 3, 7, 40, 100, 1 tahun dan ke 1000 hari. Elemen-elemen budaya Jawa yang masuk dalam pelaksanaan ritus kematian yang ada di Gereja Katolik Kristus Raja antara lain, bahasa Jawa digunakan sebagai alat komunikasi agar lebih mudah dipahami, kedua pakaian Jawa, ketiga adat sumurup, keempat adat sawuran dan mecah kendi dan kelima adat selamatan. Sedangkan hasil pertemuan antara ajaran Katolik dengan elemen budaya Jawa yang terjadi di Gereja Katolik Kristus Raja Baciro adalah akulturasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Ahmad Muttaqin, M.Ag.,MA
Uncontrolled Keywords: BUDAYA JAWA, RITUS KEMATIAN, AGAMA KATOLIK, PAROKI GEREJA KATOLIK
Subjects: Agama Kristen (Christianity)
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Aug 2019 09:57
Last Modified: 15 Aug 2019 09:57
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36336

Actions (login required)

View Item View Item