PERKEMBANGAN ISLAM DI LOMBOK (Kajian Islam di Lombok pada Abad XX)

Downloads

Downloads per month over past year

IWAN MULYAWAN - NIM. 02121033, (2010) PERKEMBANGAN ISLAM DI LOMBOK (Kajian Islam di Lombok pada Abad XX). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img] Text (PERKEMBANGAN ISLAM DI LOMBOK (Kajian Islam di Lombok pada Abad XX))
BAB I,V.pdf - Published Version

Download (456Kb)
[img] Text (PERKEMBANGAN ISLAM DI LOMBOK (Kajian Islam di Lombok pada Abad XX))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (256Kb)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya realitas bahwa Islam merupakan agama yang sangat dominan di Pulau Lombok, yang memainkan peran penting sebagai penjaga nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Di Lombok, akulturasi Islam dengan budaya lokal berjalan dengan mulus. Islam dapat berkembang dengan baik tanpa konflik dan kekerasan. Islam dan kultur lokal saling bernegosiasi, berdialog, representasinya terlihat dari munculnya dua kultur yang dapat hidup dan berkembang dengan baik, yakni Islam Wetu Telu dan Islam Waktu Lima. Namun dalam perkembangan selanjutnya, Islam Wetu Telu (Islam Lokal) yang awalnya banyak dipeluk oleh penduduk Sasak asli dianggap sebagai quot;tata cara keagamaan Islam yang salah quot; oleh Islam Waktu Lima. Karena itu, Islam Waktu Lima sejak awal kehadirannya disengaja untuk melakukan misi atau dakwah Islamiyah terhadap kalangan Islam Wetu Telu, karena dianggap keislaman mereka belum sempurna. Penelitian ini berupaya memaparkan perkembangan Islam di Pulau Lombok pada abad XX, sekaligus menjelaskan perbedaan varian keagamaan di Lombok. Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan kontribusi dan memperkaya khasanah pemikiran keislaman khususnya dalam disiplin sejarah Islam. Penelitian ini adalah penelitian sejarah, yang dalam prosesnya dilakukan melalui lima tahap, yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi dan penulisan. Melalui pendekatan ini dikemukakan penjelasan sejarah (historical explanation) yang meliputi: asal usul, pertumbuhan dan perkembangannya dari waktu ke waktu. Pengertian keagamaan dalam konteks ini mengacu pada gejala faktual agama-agama (pendekatan behavioral), dan tidak menyinggung aspek teologis-metafisisnya. Penelitian sejarah juga digunakan mengkaji kebijakan politik yang diambil seorang penguasa yang merupakan cakupan sebuah keputusan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Islam di Lombok pada abad XX didukung oleh beberapa faktor. Pertama, ajaran Islam yang mudah diterima masyarakat lokal sehingga Islam diterima dengan cara damai pada abad ke XVI. Kedua, respon masyarakat Lombok mayoritas menerima Islam dengan baik, sehingga pengikut Islam mulai berkembang pesat yang terutama disebarluaskan oleh para tuan guru melalui media pendidikan, seperti pondok pesantren dan organisasi-organisasi Islam. Ketiga, pada abad XX basis sosial Islam semakin kukuh di tengah kehidupan masyarakat Lombok. Adapun varian Islam di Lombok terdapat Islam Wetu Telu dan Islam Waktu Lima. Keduanya sama-sama percaya adanya Tuhan Allah, dan Muhammad adalah Nabi/Rasul-Nya. Perbedaannya tampak pada implementasi di bidang akidah dan syari'ah, yang merupakan dasar fundamental dalam kehidupan beragama. Dalam bidang akidah, Islam Wetu Telu masih menganut sinkretisme antara Hindu, Buddha dan Islam. Di samping percaya terhadap Allah mereka juga mempercayai roh dan makhluk halus, terutama dalam hal mengendalikan keselamatan dan kesejahteraan mereka. Dalam bidang syari'ah, Islam Waktu Lima mempercayai rukun Islam yang lima dan menerapkannya secara keseluruhan sebagai kewajiban bagi setiap individu muslim yang akil dan balig. Adapun Islam Wetu Telu cenderung hanya menerapkan tiga rukun Islam, yaitu syahadat, shalat, puasa. Untuk Zakat dan haji mereka wakilkan kepada imam mereka. Varian Islam seperti itu terjadi karena: Pertama, masih kuatnya tradisi animisme dan Budhisme di kalangan Wetu Telu . Kedua, kurangnya waktu para mubalig dalam menyampaikan ajaran Islam, sehingga penyampaian ajaran belum terjadi secara menyeluruh. Ketiga, adanya penolakan-penolakan dari masyarakat lokal terhadap sistem ajaran yang kompleks, mereka cenderung lebih mudah menerima dan mempraktekkan ajaran yang simpel dan mudah dilaksanakan, serta tidak terlalu memberikan beban. Apa yang tertuang dalam karya ini hanyalah sebagian kecil dari bantaran sejarah Islam di Nusantara. Meskipun begitu paling tidak kajian ini dapat dijadikan referensi dan pertimbangan bagi para peneliti sejarah Islam, khususnya mengenai masuk dan berkembangnya Islam di pulau Lombok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dra. Hj. Siti Maryam, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: akulturasi Islam, budaya lokal, Islam Wetu Telu, Islam Waktu Lima
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Adab > Sejarah Kebudayaan Islam
Depositing User: Users 1 not found.
Date Deposited: 03 Sep 2012 14:08
Last Modified: 03 Sep 2012 14:09
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3648

Actions (login required)

View Item View Item