POLIGAMI DALAM MASA IDDAH (STUDI KASUS DI KUA KECAMATAN PARAKAN TEMANGGUNG TAHUN 2004)

AIDA USTUVIA, NIM. 00350362 (2005) POLIGAMI DALAM MASA IDDAH (STUDI KASUS DI KUA KECAMATAN PARAKAN TEMANGGUNG TAHUN 2004). Skripsi thesis, FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM.

[img]
Preview
Text (POLIGAMI DALAM MASA IDDAH (STUDI KASUS DI KUA KECAMATAN PARAKAN TEMANGGUNG TAHUN 2004))
00350362 BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview
[img] Text (POLIGAMI DALAM MASA IDDAH (STUDI KASUS DI KUA KECAMATAN PARAKAN TEMANGGUNG TAHUN 2004))
00350362 BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (5MB)

Abstract

Sebagaimana telah diketahui, salah satu sebab putusnya perkawinan adalah karena terjadi sebuah perceraian. Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama setempat. Akan tetapi poligami merupakan jalan untuk menghindari terjadinya perceraian. Di mana pengertian poligami adalah perkawinan antara seorang laki-laki dengan lebih dari seorang wanita dalam waktu yang sama dengan batasan sampai empat orang isteri. Untuk dapat melakukan poligami, suami harus mengajukan permohonan izin kc Pengadilan Agama setempat disertai dengan alasan dan syarat-syarat yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan (UUNomor 1Tahun1974 dan Kompilasi Hukum Islam). Yang menjadi topik pembahasan dalam skripsi ini adalah terdapat kasus di Desa Parakan, seorang suami yang telah menceraikan isterinya dengan talak raj'i dan ingin menikahi wanita lain, sedangkan isteri yang pertama belum selesai dari masa 'iddah. Bagaimanakah status perkawinan suami dalam masa 'iddah bekas isteri dengan melihat pandangan masyarakat yang memahami talak sebagai putusnya perkawinan. Sedangkan perkawinan suami yang dilakukan dalam masa 'iddah tersebut telah mengajukan permohonan izjn ke Pengadilan Agama, numun ditolak dan melimpahkannya kepada pihak Kantor Urusan Agama. Kemudian pihak KUA Kecamatan- Parakan Temanggung menganjurkan kepada pihak suarni untuk membuat surat pernyataan tidak akan merujuk terhadap bekas isteri. Apakah perkawinannya tersebut- dengan tanpa izin dari Pcngadilan Agama- rncmpunyai kckuatan hukum. Untuk menganalisis permasalahan tersebut, penyusun rnenggunakan pendekatan Yuridis-Normatif. Sebagai sumber primernya adalah Interview dengan pihak-pihak yang terkait dan data-data yang berkaitan dengan ka~a1s di lapangan. Sedangkan sumber sekundemya adalah UU No. 1 Tahun 1974 tt:nt.111g Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, kitab-kitab maupun buku-buku ilmiah yang membahas mengenai poligami. Ad~pun kesimpulan dari hasil analisa yang penyusun lakukan adalah bahwa kasus tersebut termasuk dalam izin poligami dalam masa 'iddah. Alasannya adalah karena pada dasarnya, da:Iam talak raj'i suami isteri masih mcmpunyai ikatan perkawinan. Isteri masih mempunyai hak~hak sama halnya <lengan isteri sebelum diceraikan dan suami masih mempunyai kewajiban dalam ha! nalkah. Sehingga, suami yang ingin menikah lagi dengan wanita lain harus izin ke Pengadilan Agama. Naiiii.iri jika tidak, riiaka pefkawitian yang dilakukan oleh suami Lidak mempunyai .ke.kuatan .bukum dan perkawinannya pun dapat dibatalkan, apahila te.rjadi gugatan dari bekas isteri sebelum masa 'iddah selesai.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: PROF. DR. KHOIRUDDIN NASUTION, M.A.
Uncontrolled Keywords: Perkawinan, poligami, masa 'iddah
Subjects: Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Al-Ahwal Asy-Syakhsiyyah (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 03 Sep 2019 09:26
Last Modified: 03 Sep 2019 09:26
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/36488

Actions (login required)

View Item View Item