POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MANIFESTO HUMANISME

DRS. H. MUZAIRI, M.A., (2008) POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MANIFESTO HUMANISME. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 47 Th. 1991/.

[img]
Preview
Text
02. DRS. H. MUZAIRI M.A - POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MANIFESTO HUMANISMESME.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Barangkali kita akan merasa bingung, kalau diajak untuk mendefinisikan Humanisme, tetapi yang pasti ialah istilah ini mempunyai suatu nada yang simpatik. Istilah ini nampaknya menampilkan suatu dunia penuh dengan konsep-konsep penting, seperti humanum (yang manusiawi), martabat manusia, perikemanusiaan, hak-ahk azazi manusia dan lain sebagainya. Biarpun seringkali belum diketahui bagaimana persisnya merumuskan secara persis definisinya, namun bagi kita Humanisme bukan suatu yang asing. Setelah pasca perang dunia ke II selesai humanisme dijunjung tinggi sebagai suatu faham alternatif yang dianggap cocok untuk mengungkapkan cita-cita dunia baru di atas puing-puing material dan sosial yang ditinggalkan oleh perang itu. Eksistensialisme, aliran filosofis yang cukup terkenal setelah perang dunia ke II mengklaim dirinya sebagai Humanisme, maka Jean Paul Sartre menulis buku yang berjudul Existentialism and Humanism. Dari pihak Kristen pun diadakan percobaan untuk mengklaim nama Humanisme. Sesudah tahun tiha puluhan pemikir-pemikir Kristen Perancis berusaha untuk mengerti dan merumuskan pandangan agama Kristen sebagai Humanisme, sebagai reaksi atas Humanisme sosialis yang pada waktu itu dilontarkan oleh pihak Komunisme. Dipihak Islampun tak ketinggalan muncul publikasi tentang Humanisme Islam, diantaranya buku yang berjudul Humanisme dalam Islam bahkan ada seorang penulis yang mengatakan, bahwa Mutazilah telah memperkenalkan suatu Humanisme Muslim. Demikian juga Ali Syariati secara tidak langsung memperkenalkan Humanisme Islam. Ada dua pendapatnya yang menarik, pertama, bahwa untuk memahami Humanisme dalam berbagai agama atau konsep manusia yang dikemukakan oleh agama-agama, jalan penciptaan manusia. Kedua, bahwa arti sebenarnya dari Humanisme adalah tatkala para Malaikat menundukkan dan bersujud kepada Manusia (Adam). H.J. Blacham adalah seorang direktur pada The British Humanist Association mengemukakan syarat-syarat bagi seorang Humanis: 1. bahwa orang itu berada di atas dirinya sendiri 2. hidup ini adalah segala-galanya 3. tanggung jawab terhadap diri sendiri 4. tanggung jawab terhadap kemanusiaan pada umumnya. Di Perancis kira-kira tahun 1960 timbul aliran strukturalisme disertai dengan anti humanisme. Dengan lantang aliran ini mencanangkan filsafatnya sebagai gerakan anti Humanisme. Bagi mereka Humanisme sama artinya dengan alienansi, ilusi, mistifikasi, penipuan diri. Dalam pandangan mereka Humanisme adalah kata yang tidak simpatik dan berbau jelek. Bagi strukturalisme, manusia tidak menduduki tempat istimewa. Pada dasarnya ia dibentuk oleh relasi-relasi struktural, seperti setiap makhluk lain. Sebenarnya Strukturalisme bukan instansi pertama yang menurunkan manusia dari tahtanya. Dalam hal ini kesenian sudah mendahului filsafat strukturalisme. Dalam seni rupa; pelukis Picasso dapat dikemukakan sebagai salah satu contoh terkenal. Kemudian di bidang kesusasteraan justru di Perancis, dimana dikenal teater absurd.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: POKOK-POKOK PIKIRAN DALAM MANIFESTO HUMANISME
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 12 Apr 2013 14:53
Last Modified: 12 Apr 2013 14:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/366

Actions (login required)

View Item View Item