QALA WA MUSYTAQATUHA WA IMKAN TARJAMATUHA AL-MUTANAWIAH

NURDIN LUBIS - NIM. 05110120 , (2010) QALA WA MUSYTAQATUHA WA IMKAN TARJAMATUHA AL-MUTANAWIAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Terjemah adalah istilah umum yang mengacu pada proses pengalihan (transfer) buah piker dan ide dari satu bahasa (bahasa sumber) ke dalam bahasa yang lain (bahasa sasaran). Pengalihan ini memliki asumsi bahwa penggunaan bahasa satu dengan bahasa yang lain mempunyai karasteristik yang berbeda. Perbedaan ini dapat kita temukan di berbagai teks kedua bahasa, baik dari segi setruktur bahasa, maupun dalam pemilihan kata. Kaitannya dengan teks, kita sering menemukan penggunaan kata qala dalam penulisan hadits-hadits nabawi, sebagaimana dalam quot;Al-Kitab al-Jami' li Fadlail al-Qur'an al-Karim al-Ahadits al-lati waradat fi-Fadlail al-Suwar wa al-Ayat quot;. Dalam kitab tersebut peneliti banyak menemukan kata qala. Dalam banyak kasus, kata tersebut sering diterjemahkan secara leksikal, sehingga terkesan mengesampingkan konteks yang membangun makna kata itu sendiri. Berangkat dari hal tersebut, maka peneliti dalam skripsi ini akan membahas tentang problematika kata qala dan mustaqnya dalam kitab tersebut. Secara denotatif kata tersebut dalam banyak konteks, terlebih dalam hadits nabawi, sering bahkan selalu diterjemahkan dengan kata berkata atau bersabda. Hal ini yang menurut pandangan peneliti perlu adanya inovafasi dalam menterjemahkan kata tersebut. Sehingga akan menghasilkan terjemahan yang lebih komunikatif. Dalam menterjemahkan kata qala dan mustaqnya, peneliti menggunakan metode terjemahan komunikatif. Metode ini berusaha mempertahankan kontekstual yang tepat dari bahasa sumber sedemikianrupa sehingga baik isi maupun bahasanya langsung dapat diterima dan dipahami oleh pembaca hasil terjemahan (Hartono, 2003: 84). Yang dimaksud kontekstual dalam hal ini adalah maqul al-qauli (isi dari apa yang diucapkan), sehingga akan menghasilkan banyak varian kata untuk menterjemahkan kata qala dan mustaqnya dalam teks hadits nabawi maupun teks lainnya. Dari hasil analisis makna q amp;#257;la dan mustaqnya, berdasarkan konteks maqul al-qauli nya, peneliti menemukan kurang lebih dua puluh kata untuk menerjemahkan kata tersebut. Kata-kata itu adalah : menceritakan, mengungkapkan, menjelaskan, mengaku, menegaskan, mengeluh, berwasiat, bertannya,menjawab, perintah, mengajak, berdo'a, membaca, lanjut, memberitahu, sambung,, imbuh, ujar, bersumpah, menyarankan, menyatakan, menganjurkan, berpendapat, menurut, menawarkan, dan lain-lain. Dengan adanya varian kata tersebut penerjemah bisa memilih kata yang tepat untuk menterjemahkan kata q amp;#257;la dengan berbagai bentuknya sesuai dengan maqul al-qauli-nya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Khairon Nahdiyyin, MA
Uncontrolled Keywords: Terjemah, proses pengalihan (transfer), problematika kata qala dan mustaqnya
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3678

Actions (login required)

View Item View Item