HADITS PALSU

ABDUL CHALIQ MUCHTAR, (2008) HADITS PALSU. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 52 Th. 1993/.

[img]
Preview
Text
04. ABDUL CHALIQ MUCHTAR - HADITS PALSU.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

bHadits palsu menurut istilah Ilmu Hadits disebut maudlu ialah bentuk ishim maful dari kata-kata wadlaa yadlau wadlaan artinya yang diletakkan, yang dibiarkan, yang digugurkan (masquth), yang ditinggalkan (matruk), yang dibuat-buat (mukhtaliq), dapat juga diartikan judul pidato atau makalah. Membuat hadits palsu dilarang keras dalam Islam, karena merusak agama dan membohongi Rasul. Akan tetapi hal itu telah terjadi dalam sejarah perjalanan Islam dengan berbagai motif dan variasinya. Ummat islam telah mengalami akibatnya selama berabad-abad sampai sekarang. Hadits palsu masih menyelinap di pelbagai sektor peribadatan dan pemikiran dalam Islam. Berbagai buku seperti Fiqih, Akhlaq, Tassawuf, Tafsir, Nasihat dan ceritera lainnya, di dalamnya tidak sedikit termuat hadits palsu itu dan kebanyakan tanpa menyebutkan derajat hadits hadits tersebut. Padahal orang yang telah mengetahui bahwa sesuatu hadits itu palsu, kemudian dia meriwayatkannya bahwa hadits itu dari Rasulullah saw, maka hukumnya sama dengan membuat hadits palsu. Karena demikian besar bahayanya hadits palsu tersebut maka para ahli hadits telah berusaha keras untuk melacaknya dan mengumpulkannya dalam suatu buku khusus memuat hadits-hadits palsu dengan keterangna tentang motivasinya, ciri-cirinya dan kriterianya supaya mudah dikenal orang. Dalam tulisan ini akan dicoba untuk menguraikan tentang motivasi dan perkembangan hadits palsu tersebut, dengan tujuan untuk menambah kehati-hatian kita dalam mempergunakan hadits.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Hadits, Palsu
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 15 Apr 2013 08:58
Last Modified: 27 Dec 2016 07:10
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/375

Actions (login required)

View Item View Item