HAK-HAK KELUARGA PASIEN DALAM PEMERIKASAAN PASIEN DI RUMAH SAKIT (Studi Terhadap Pernyataan Persetujuan Tindakan Radiologi di RSUP Sardjito)

SITI ANNISA - NIM. 05380003, (2010) HAK-HAK KELUARGA PASIEN DALAM PEMERIKASAAN PASIEN DI RUMAH SAKIT (Studi Terhadap Pernyataan Persetujuan Tindakan Radiologi di RSUP Sardjito). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HAK-HAK KELUARGA PASIEN DALAM PEMERIKASAAN PASIEN DI RUMAH SAKIT (Studi Terhadap Pernyataan Persetujuan Tindakan Radiologi di RSUP Sardjito))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (HAK-HAK KELUARGA PASIEN DALAM PEMERIKASAAN PASIEN DI RUMAH SAKIT (Studi Terhadap Pernyataan Persetujuan Tindakan Radiologi di RSUP Sardjito))
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (261kB)

Abstract

Pemberian informasi mempunyai kedudukan yang terpenting dalam hubungan terapeutik dokter dan pasien. Pemenuhan hak pasien atas informasi yang lengkap dan adekuat mengenai penyakitnya ini akan menimbulkan dua pilihan bagi pasien yaitu: a. menerima/menyetujui usulan dokter mengenai tindakan atau perawatan medik atau b. Menolak/tidak setuju dengan usulan dokter mengenai tindakan atau perawatan medik yang akan dilakukan oleh dokter. Jika dilihat dari surat pernyataan persetujuan tindakan radiologi di itu merupakan perjanjian sepihak yang mana dalam surat tersebut hanya ada kewajiban dari keluarga pasien atau pasien, sedangkan dari pihak rumah sakit tidak dicantumkan dalam surat pernyataan tersebut. Metode yang dilakukan dalam skripsi ini adalah jenis penelitian pustaka (library research), dengan pendekatan normatif yaitu landasan yang digunakan dalam permasalahan berupa al-Qur'an, hadist, dan kaidah-kaidah fiqh. Hasil analisis yang didapat penyusun mengambil kesimpulan bahwa dalam surat Pernyataan persetujuan dalam tindakan radiologi, jika telah terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak terhadap akad tertulis dalam surat pernyataan persetujuan tersebut maka ditandai dengan penandatanganan oleh kedua belah pihak. Dengan adanya penandatanganan perjanjian oleh kedua pihak, maka hal itu menunjukan adanya kesepakatan dan kerelaan dari pihak-pihak yang bersangkutan, maka perjanjian tersebut dikatakan sah. Dalam surat pernyataan persetujuan tindakan radiologi seharusnya terdapat hak dan kewajiban yang harus diterima dan dilaksanakan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini ternyata pihak rumah sakit tidak menyebutkan kewajiban dan tanggungjawabnya terhadap tindakan medik yang dilakukan dokter, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pasca tindakan medik (komplikasi, cacat, kematian), maka pihak rumah sakit lepas tangan dan tidak bisa dituntut sesuai dengan bunyi dalam pasal surat perjanjian tersebut. Secara hukum Islam akad ijarah dalam muamalat ini telah fasakh (batal), karena kewajiban yang ditimbulkan oleh adanya akad tidak dipenuhi oleh pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu pihak rumah sakit.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. RIYANTA, M.Hum 2. ABDUL MUGHITS, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: surat Pernyataan persetujuan tindakan radiologi, akad ijarah, hukum Islam, RSUP Dr. Sardjito
Subjects: Peradilan Islam
Peradilan Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 29 Aug 2012 13:52
Last Modified: 26 May 2016 03:17
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3755

Actions (login required)

View Item View Item