KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PEMIKIRAN JALALUDDIN RUMI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

ARIS WAHIDIN - NIM. 04410844, (2010) KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PEMIKIRAN JALALUDDIN RUMI DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan memetakan pemikiran Jalaluddin Rumi tentang kecerdasan spiritual, yang penulis jalankan dengan menggunakan bantuan teori sintesis antara teori kecerdasan spiritual dari Danah Zohar dan Ian Marshall, dan teori kecerdasan spiritual Islam dari Mahdi Murtadha Armahedi Mahzar. Konsepsi Jalaluddin Rumi tentang kecerdasan spiritual tersebut kemudian penulis tarik implikasi teoritisnya bagi pendidikan agama Islam. Implikasi teoritis tersebut meliputi implikasi terhadap empat komponen proses pembelajaran, yang terdiri dari tujuan, standar isi, metode, dan penilaian. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penilitian studi kepustakaan, dengan mengambil karya E.H. Whinfield Masnavi i Ma'navi: The Spiritual Couplets of Maulana Jalalu-'d-din Muhammad I Rumi, karya R. A. Nicholson The Mathnawi of Jalalu'ddin Rumi dan Selected Poems from The Divani Shamsi Tabriz, serta karya A. J. Arberry Discourses of Rumi or Fihi ma Fihi sebagai sumber utama. Pengumpulan data dijalankan dengan metode dokumenter, sedangkan analisis datanya bertumpu pada pendekatan abduktif hermeneutik. Hasil Penelitian ini menunjukkan: Kecerdasan spiritual dalam pemikiran Jalaluddin Rumi merupakan pencapaian puncak kesempurnaan potensi psiko-spiritual manusia yang ditunjukkan dengan pencapaian dalam hal kebersihan jiwa, kedalaman ilmu, dan keutamaan akhlak, yang mengantarkan manusia menuju pengalaman kedekataan dengan Tuhan. Dalam pemikiran Jalaluddin Rumi, kecerdasan spiritual dapat dicapai melalui jalan cinta. Jalan cinta merupakan upaya spiritual yang diawali dengan aktivitas pembersihan jiwa dari ketertarikan pada pemilikan harta benda dan sifat-sifat tercela, serta disempurnakan dengan aktivitas berperilaku sesuai dengan sifat-sifat kemuliaan Allah (takhalaqu bikhuluqillah). Implikasi teoritis konsep kecerdasan spiritual dalam pemikiran Jalaluddin Rumi dalam pendidikan agama Islam meliputi empat hal; pertama, pendidikan agama Islam seharusnya ditujukan untuk mengembangkan potensi psiko-spiritual manusia menjadi insan paripurna, yang diawali dengan tujuan jangka pendek berupa terbentuknya pribadi peserta didik yang bertakwa, berilmu dan berakhlak mulia. Kedua, standar isi hendaknya memuat aspek materi akhlak, syariat, ukhuwah, irfan, sinergi ilmu dan wahyu, dan keihlasan; yang titik tekan dari materi tersebut disesuaikan dengan jenis kepribadian peserta didik. Ketiga, dibutuhkan metode dan setrategi pembelajaran yang efektif supaya pembelajaran dapat terintegrasi dengan mata pelajaran yang lain, di samping keunikan kepribadian dan ragam kecerdasan individu tetap dihargai. Untuk memenuhi kriteria di atas, ditawarkan setrategi naratif. Keempat, penilaian dalam pembelajaran agama Islam hendaknya mengacu pada kerangka taksonomi spiritual yang di dalamnya tercakup komponen kepribadian dan pencapaian yang disesuiakan dengan masing-masing kepribadian. Dengan demikian standar penilaian diterapkan terhadap pencapaian hasil belajar yang sesuai dengan jenis kepribadian siswa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: DR. Karwadi, M.Ag
Uncontrolled Keywords: pemikiran Jalaluddin Rumi, kecerdasan spiritual, pendidikan agama Islam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:45
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3786

Actions (login required)

View Item View Item