SEPULUH WASIAT (Wahyu Allah dalam Perjanjian Lama dan Al-Quran)

BURHANUDDIN DAYA, (2008) SEPULUH WASIAT (Wahyu Allah dalam Perjanjian Lama dan Al-Quran). /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 52 Th. 1993/.

[img]
Preview
Text
07. BURHANUDDIN DAYA - SEPULUH WASIAT (WAHYU ALLAH DALAM PERJANJIAN LAMA DAN AL-QUR'AN).pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

b Yahudi, Nasrani dan Islam adalah tiga agama bersaudara kandung, berasal dari satu sulbi, sulbi Ibrahim. Tetapi kondisi hubungan sejarah ketiganya selalu dalam keadaan konfliks. Konfliks mereka bukan cuma konfliks teologis, tapi juga ideologis, sosiologis dan kultural. Kondisi eksklusifisme dan intolerence, rasa curiga dan permusuhan, telah berpuluh abad mewarnai hubungan mereka, dan merupakan warisan sejarah yang masih tersisa sampai sekarang. Banyak faktor penyebab semuanya itu, salah satunya adalah klem yang sangat dominan dari masing-masing tentang otentisitas atau orisinalitas wahyu yang dimiliki sebagai dasar yang memiliki otoritas tertinggi, dan keabsolutan kebenaran masing-masing. Terjadi perebutan mati-matian dan tidak henti-hentinya untuk menempati paling puncak oleh masing-masing sepanjang sejarah, semenjak ketiganya saling bersentuhan. Terdapat perbedaan mendasar terhadap esensi wahyu menurut persepsi yahudi dan Islam. di satu pihak dengan nasrani di pihak lain. Kaum yahudi meyakini esensi wahyu itu sebagai kalam Allah yang berwujud Taurat; begitu juga pandangan kaum muslimin. Bagi umat Islam wahyu Allah itu diturunkan secara berproses, mulai dari wahyu yang sederhana sampai mencapai kesempurnaan, yakni turat, dzabur, dan injil, dan berakhir dalam bentuk yang tersempurna, yaitu al-Quran al-Karim. Umat narani mengajarkan wahyu yang sesungguhnya adalah darah dan daging Yesus; teks sentris-antroposentris. Mereka menerima taurat tetapi menolak al-Quran. Yahudi hanya menerima dan mengakui taurat, tidak menghargai injil dan al-Quran sebagai kitab suci. Di sisi lain, dalam kitab suci masing-masing terdapat sekian banyak hal yang sama, atau hampir sama. salah satunya adalahsepuluh wasiat yang dijumpai dalam perjanjian lama, kitab keluaran dan kitab ulangan, serta dalam al-Quran al-Karim, surat 6, al-Anam dan surat 17, al-Isra.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Sepuluh Wasiat, Wahyu Allah, Perjanjian Lama, Al-Quran
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:02
Last Modified: 15 Apr 2013 09:03
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/379

Actions (login required)

View Item View Item