PENGALAMAN RELIGIUS TARIAN SUFI Studi Atas Penari Sufi Pondok Pesantren Maulana Rumi, di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta

SAIFA EBIDILLAH, NIM. 12520009 (2019) PENGALAMAN RELIGIUS TARIAN SUFI Studi Atas Penari Sufi Pondok Pesantren Maulana Rumi, di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga.

[img]
Preview
Text (PENGALAMAN RELIGIUS TARIAN SUFI Studi Atas Penari Sufi Pondok Pesantren Maulana Rumi, di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)
12520009_BAB-I_IV-ATAU-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview
[img] Text (PENGALAMAN RELIGIUS TARIAN SUFI Studi Atas Penari Sufi Pondok Pesantren Maulana Rumi, di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta)
12520009_BAB-II-sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (2MB)

Abstract

Whirling Dervishes sering disebut juga Tari Sufi, atau Sema—yang artinya mendengar, berasal dari wilayah Anatolia, Turki, sejak abad ke 13. Pencetusnya adalah Maulana Jalaluddin Rumi (Mevlana Celaleddin Rumi). Tarian ini merupakan sebuah dari tari meditasi diri, yang diharapkan para pelakunya bisa menggapai kesempurnaan pada imannya, menghapus nafsu, ego dan hasrat pribadi dalam hidupnya. Untuk bisa lihai melakukan tarian ini, penari harus melakukan beberapa ritual, yang paling pokok adalah melakukan zikir. Di Pondok Maulana Rumi, Tarian Sufi ini diiringi oleh musik, dan sholawat, sebagai gambaran perjalanan mistik khas pemahaman para mistikus Jalaluddin Rumi. Di Pondok Pesantren Maulana Rumi, tarian sufi dijadikan pijakan spiritual untuk mengingat asal usul kelahiran dan proses mengenal Tuhan. Sejak berdirinya Pondok tersebut, sudah mengindikasikan bahwa ideologi Pondok Pesantren tersebut adalah pondok para pecinta. Sesuai dengan sajak-sajak Maulana Rumi yang mendengungkan keagungan cinta, yang berbentuk tarian cinta. Penelitian ini dilakukan untuk melihat lebih jauh pengaruh dan pengalaman religius penari Sufi. Untuk menjawab permasalahan tersebut pengumpulan data dilakukan dengan observasi, partisipasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Setelah data penelitian terkumpul, peneliti menganalisis Pengalaman Religius Penari Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta dengan menggunakan teori pengalaman beragama menurut William James. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, Tarian Sufi di Pondok Pesantren Maulana Rumi, menjadi media dzikir dan dakwah, juga sebagai sarana pencapaian kematangan dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Roni Ismail, S.Th.I, M.SI,
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : penari sufi, pondok pesantren,
Subjects: Agama dan Negara
Pendidikan Islam (Pesantren) > Pondok Pesantren
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Studi Agama Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 03 Jul 2020 09:11
Last Modified: 03 Jul 2020 09:11
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37932

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum