RIYADHAH MELALUI PUASA NGROWOD (STUDI ATAS 3 SANTRI PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM TEGALREJO MAGELANG)

Ulya Wafiyya, NIM. 15550027 (2019) RIYADHAH MELALUI PUASA NGROWOD (STUDI ATAS 3 SANTRI PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM TEGALREJO MAGELANG). Skripsi thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA.

[img]
Preview
Text (RIYADHAH MELALUI PUASA NGROWOD (STUDI ATAS 3 SANTRI PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM TEGALREJO MAGELANG))
15550027_BAB-I_V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview
[img] Text (RIYADHAH MELALUI PUASA NGROWOD (STUDI ATAS 3 SANTRI PONDOK PESANTREN ASRAMA PERGURUAN ISLAM TEGALREJO MAGELANG))
15550027_BAB-II_ sampai_SEBELUM-BAB-TERAKHIR.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (11MB)

Abstract

Tulisan dalam skripsi ini mengenai praktik salah satu puasa yang dilakukan oleh masyarakat Jawa terdahulu, yang hingga saat ini masih dilakukan bahkan dijadikan sebagai tirakat atau riyadhah oleh para santri di beberapa pondok pesantren. Istilah Puasa dipinjam dan dimaknai bukan seperti puasa dalam agama Islam yang diwajibkan, tetapi menjadi kesatuan dengan istilah Ngrowod, sehingga mempunyai arti menahan atau menghindari untuk mengkonsumsi segala sesuatu yang berasal dari beras. Puasa Ngrowod ini hanya bersifat sebuah anjuran disuatu lingkup tertentu, khususnya di lingkungan beberapa pondok pesantren, salah satunya di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang. Sebelum mengamalkan puasa ngrowod, para santri terlebih dahulu harus meminta izin atau dalam istilah pesantren dinamakan ijazah kepada guru atau kyai yang nantinya para santri akan mendapat wirid dan beberapa amalan yang harus dilakukan selama mengamalkan puasa ngrowod. Dalam penelitian ini dibatasi pada beberapa masalah yang perlu diteliti yakni bagaimana transmisi hadis mengenai puasa ngrowod dan apa makna yang terkandung dalam puasa ngrowod. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo Magelang yang hampir seluruh santrinya pernah melakukan puasa ngrowod. Selain Puasa Ngrowod, pesantren yang didirikan oleh KH. Chudlori ini mempunyai banyak jenis tirakat atau riyadhah yang diamalkan oleh para santri di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo ini. Termasuk dalam penelitian kualitatif, penulis memecahkan masalah yang berkaitan dengan melakukan observasi secara langsung di lapangan dengan melalui wawancara dan dokumentasi, maupun observasi tidak langsung seperti dari sumber pustaka yang terkait dengan penelitian. Praktik puasa ngrowod bisa dikatakan sebagai tradisi yang dilakukan oleh santri maupun kyai di Pondok Asrama Perguruan Islam Tegalrejo. Amalan yang diambil dari pengaplikasian hadis tentang akhlakul karimah yang kemudian dikaitkan dengan riyadhah mengekang hawa nafsu ini dibawa dan diajarkan oleh KH. Chudlori sejak awal berdirinya Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo ini. Dalam sejarahnya, kemungkinan beliau mendapat ajaran puasa ngrowod dari Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Hal ini sesuai dengan urutan sanad atau mata rantai guru- guru beliau, KH. Chudlori. Dari proses penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi dan hanya mengambil 3 santri pelaku puasa ngrowod yang menjadi subjek utama, hasil yang dicapai diantaranya adalah pengalaman santri ketika mengamalkan puasa ngrowod, sehingga penulis bisa menemukan fenomena, tujuan, makna, serta alasan santri yang mengamalkan puasa ngrowod di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam Tegalrejo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Ali Imron, S, Th.I, M.S.I.
Uncontrolled Keywords: KH. Chudlori, Hadlratus Syaikh Hasyim Asy’ari, puasa ngrowod, pesantren
Subjects: Pendidikan Islam (Pesantren) > Pondok Pesantren
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Ilmu Hadis (S1)
Depositing User / Editor: Drs. Mochammad Tantowi, M.Si.
Date Deposited: 03 Feb 2020 14:12
Last Modified: 03 Feb 2020 14:12
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/37945

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum