ESKATOLOGI DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAESKATOLOGI RAHMAN (Telaah Atas Tema Pokok al-Qur’an)

AHMAD AZIB - NIM. 02530951, (2010) ESKATOLOGI DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAESKATOLOGI RAHMAN (Telaah Atas Tema Pokok al-Qur’an). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (ESKATOLOGI DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAESKATOLOGI RAHMAN (Telaah Atas “Tema Pokok al-Qur’an”))
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (ESKATOLOGI DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAESKATOLOGI RAHMAN (Telaah Atas “Tema Pokok al-Qur’an”))
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (679kB)

Abstract

Al-Qur'an sampai saat ini melahirkan pusat pusaran wacana ke-Islaman yang tak pernah berhenti dan menjadi pusat inspirasi bagi manusia. Sehingga melahirkan pemikir-pemikir yang sekelas al-Razi, Ibn Katsir, az-Zamakhsyari, Ibn Qayyim al-Jauziyah, serta Hujjatul Islam; al-Gazali. Usaha mereka untuk membangun keilmuan Ushuluddin (teologi), merupakan pondasi bagi pemikir-pemikir yang datang belakangan, semisal Nasr Abu Zayd, Hassan Hanafi, Fazlur Rahman, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak keilmuan yang disandang para pemikir-pemikir tersebut, baik klasik maupun kontemporer, penulis melihat bahwa konsep teologi klasik sangat menarik untuk diusung lagi dalam ranah keilmuan saat ini. Ibarat sebagai hegemoni rutinitas', yang mana keilmuan saat ini telah di sibukkan oleh urusan-urusan hak, demokrasi, politik dan ilmu humaniora lainnya. Sehingga menjadi ketertarikan penulis untuk mengkaji teologi klasik tersebut dengan dihubungkan teologi modern. Dalam hal ini penulis mengkaji konsep eskatologi-nya Fazlur Rahman. Yang menurut penulis patut di pelajari, karena merupakan suatu pembacaan yang baru tentang konsep eskatologi yang telah ada; yang tentu saja kesemuanya itu berpijak pada al-Qur'an. Skripsi ini berusaha mengungkapkan gagasan-gagasan Fazlur Rahman dalam persoalan eskatologi dengan prinsip-prinsip yang membangun gagasangagasan Ulama klasik dengan menafsirkan ulang pengetahuan eskatologi yang telah ada. Usaha ini dilakukan dengan mengkaji sumber utama dari Fazlur Rahman, yaitu karyanya yang berjudul Tema Pokok al-Qur'an (Major Themes of the Qur'an). Metode yang dipakai Fazlur Rahman dalam memahami ayat-ayat metafisika sangat berbeda dengan metode-metode pembacaan Fazlur Rahman secara konvensional. Pembacaan Fazlur Rahman tentang ayat-ayat metafisika akhirat melahirkan metodologi interpretasi yang baru, yang lain dari metodologi yang pernah ditawarkan oleh Fazlur Rahman sebelumnya; double movement. Metode yang digunakan oleh Fazlur Rahman dalam menafsirkan ayat-ayat metafisika akhirat (eskatologi) adalah sintesa-logis, yaitu dengan merangkum ayat-ayat yang berhubungan dengan suatu tema, untuk dirimuskan kembali menjadi satu tema dengan pemahaman yang utuh. Pemahaman eskatologis Fazlur Rahman sangat berbeda dengan pengetahuan eskatologis menurut pemikir-pemikir kebanyakan. Dengan sosiohistoris yang modernis, menjadikan pemahaman yang unik' ketika dihadapkan dengan pemikiran masa lalu. Suatu contoh; Rahman mengakui bahwa kehancuran kiamat adalah kehancuran yang merupakan syarat terjadinya transformasi dan penyusunan kembali alam semesta untuk menciptakan bentuk-bentuk kehidupan yang baru dan level-level kehidupan yang baru pula. Sedangkan alam baru yang tersusun ini, berasal dari unsur-unsur yang terkait dengan alam sebelumnya, yang mana menurut penulis bahwa surga dan neraka diciptakan dengan unsur-unsur alam semesta pada saat ini, logisnya pemahaman Rahman bahwa surga dan neraka adalah belum diciptakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Mohammad. Yusuf, M. Ag
Uncontrolled Keywords: konsep teologi klasik, teologi modern, eskatologi Fazlur Rahman
Subjects: Tafsir Hadist
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Tafsir Hadist (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2012 09:40
Last Modified: 29 May 2015 07:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/3889

Actions (login required)

View Item View Item