PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM DAN PENELITIAN AGAMA

ABDUL MUNIR MULKHAN, (2008) PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM DAN PENELITIAN AGAMA. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 53 Th. 1993/.

[img]
Preview
Text
04. Abdul Munir Mulkhan - PARADIGMA PEMIKIRAN ISLAM DAN PENELITIAN AGAMA.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bProblema pemikiran Islam dan penelitian agama (selanjutnya pemikiran Islam) dapat dibedakan ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama, berkaitan dengan obyek pemikiran dan penelitian, dan yang kedua, batasan mengenai kebenaran. Jawaban atau penjelasan terhadap problem pertama akan menentukan jawaban problem kedua. Problem mengenai obyek pemikiran Islam meliputi berbagai hal yang berhubungan dengan keberadaan Tuhan, alam serta manusia. Termasuk di dalamnya agama sebagai aktivitas manusia. Mengenai masalah ini sejak semula muncul pertanyaan; apakah pemikiran Islam meliputi dimensi kegaiban terutama Tuhan. Sementara masalah agama sebagai aktvitas manusia berkaitan dengan ukuran-ukuran obyektif dari kualitas keberagamaan antara lain seperti; takwa, ikhlas dan iman. Selanjutnya, persoalan kebenaran pemikiran Islam berkaitan dengan absolusitas dan relativitas serta ukuran dan bukti-bukti obyektifnya apakah bersifat spekulatif ataukah empirik. Persoalan ini berhubungan dengan keyakinan mengenai letka absolusitas kebenaran wahyu yang muncul dari pengkutub-an Tuhan dan segala hal yang berkaitan dengan-Nya Pada satu sisi. Sementara manusia memiliki sisi obyektif dan empirik maupun sisi spekulatif ditempatkan dalam suatu kutub lain yang seolah berlawanan. Persoalan diatas berkaitan dengan masalah ada atau tidaknya keterhubungan antara kutub ketuhanan dengan kemanusiaan. Dalam hal demikian muncul pertanyaan mengenai dimana posisi ilmu, pemikiran dan kebudayaan yang berada dalam kutub manusia. Jika kedua kutub tidak saling berhubungan, timbul persoalan mengenai dimana posisi aktivitas keberagamaan yang merupakan cara manusia berhubungan dengan Tuhan melalui ketundukan dan kepatuhan (ibadah) atas perintah dan firman-Nya. Begitu pula fungsi kehidupan keduniaan yang dalam wahyu dinyatakan sebagai disediakan bagi manusia untuk memenuhi ajaran Allah. Sementara itu jika keduanya saling berhubungan, bagaimana bentuk serta mekanisme hubungan itu dan apa yang menjadi sarananya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Paradigma, pemikiran, Islam, Penelitian, Agama
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 09:20
Last Modified: 15 Apr 2013 09:21
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/390

Actions (login required)

View Item View Item